Setelah sekian lama bekerja, Anda pun akhirnya memasuki usia 30 tahun. Mungkin sebagian dari anda berpikir, apa yang sudah saya capai setelah bekerja sekian lama?
Biasanya, banyak orang melakukan banyak kesalahan dalam situasi finansialnya di awal umur 20-an tahun.
Apalagi yang baru bekerja dan punya uang sendiri, ditambah dengan gairah masa muda yang jarang berpikir panjang.
Maka dari itu, mendekati umur kepala tiga, jangan sampai kesalahan itu terulang lagi. Berikut ini, delapan hal yang sebaiknya anda lakukan sebelum meninggalkan umur kepala dua, seperti dikutip Financial Highway, Senin (20/2/2012).
1. Lunasi semua utang, kecuali cicilan rumah
Yang paling penting adalah melunasi seluruh tagihan kartu kredit. Jika belum, sekaranglah saat yang tepat untuk memulainya. Jangan sampai anda meninggalkan masa muda dengan utang kartu kredit yang menumpuk.
Lunasi juga utang-utang lain, kecuali utang rumah yang biasanya masih membutuhkan waktu cukup lama sampai benar-benar lunas. Begitu anda selesai, masa-masa awal di umur 30 bisa anda konsentrasikan untuk tabungan masa depan anak dan keluarga, sambil terus membereskan cicilan rumah.
2. Lindungi harta anda
Tinjau kembali polis asuransi anda, pastikan rumah, kendaraan dan kesehatan bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi. Cari juga cara untuk mendapatkan uang dari asuransi, tapi jangan sampai menggangu perlindungan anda. Pikirkan kerugian seperti apa yang bisa anda derita tetapi tidak ditutupi oleh perusahaan asuransi.
3. Cek asuransi jiwa anda
Setelah anda cukup mapan, serta akan atau sudah berkeluarga, anda harus bisa menjamin keluarga anda bisa mendapatkan sesuatu jika hal terburuk menimpa anda. Cari asuransi jiwa yang tepat, jangan sampai terjebak premi yang murah tapi hasil yang anda dapat tidak maksimal.
4. Bikin surat warisan
Bukannya anda sudah bersiap-siap untuk mati muda, tapi baik itu anda sudah berkeluarga atau tidak, sebaiknya anda mempersiapkan diri sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, harta dan investasi anda tidak akan jatuh ke tangan yang salah.
Pastikan surat wasiat atau akses untuk membuka surat ini diketahui dengan baik oleh keluarga atau teman terpercaya anda. Buat juga salinannya untuk dipegang oleh satu atau dua anggota keluarga besar anda.
5. Memulai simpanan dana pensiun
Bagusnya, anda mulai mengumpulkan dana pensiun sejak awal umur 20an, tapi jika belum maka sebelum umur 30an untuk memulai. Jika punya pasangan, buka rekening untuk dana pensiun dia juga. Perhitungkan dana yang anda mampu untuk disetor per bulannya tanpa mengganggu biaya bulanan dan investasi. Rencanakan masa depan dengan serius.
6. Alokasikan aset anda dengan baik
Sekarang saat yang tepat untuk meninjau kembali portofolio anda, mulailah menempatkan aset-aset di instrumen investasi yang tepat. Rancang sebuah rencana yang cocok bagi jangka penjang, selalu lakukan diversifikasi portofolio demi mencegah kerugian tinggi.
Anda mungkin butuh bantuan profesional dalam hal ini, carilah penasihat keuangan yang tepat sehingga anda tidak salah arah. Anda sudah harus mulai aktif mengawasi portofolio setidaknya satu tahun dua kali supaya perkembangannya terpantau.
7. Mulai hidup sederhana
Tanpa melihat pemasukan yang anda dapat tiap bulan, ada bagusnya anda hidup sederhana dan berkecukupan, tanpa berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang. Tapi bukan berarti anda harus serba hemat tanpa menikmati kehidupan.
Sesekali anda bisa pergi liburan bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan banyak uang dan berlebih-lebihan. alangkah lebih baik jika uang lebih tersebut ditabung untuk masa tua atau tabungan pendidikan anak. Jangan tergoda dengan gaya hidup saudara atau tetangga yang selalu terlihat mewah.
8. Pertajam keahlian anda
Jangan berhenti belajar dan pertajam skill yang anda miliki. Pelajari teknologi-teknologi baru dan tren industri terbaru. Jika anda memutuskan untuk sekolah lagi, pastikan sejalan dengan karir yang anda kejar sehingga setelah lulus anda tidak perlu memulai dari awal lagi.
Kesimpulan:
Awal 30-an adalah saat yang tepat untuk meningkatkan kondisi finansial anda. Belum terlambat unuk memulai dari awal, jika ternyata kondisi finansial anda masih berantakan sejak awal umur 20-an. Jika fondasi finansial anda sudah kuat, maka anda tinggal membangun sisanya.(http://finance.detik.com)
Showing posts with label Kamus Uang. Show all posts
Showing posts with label Kamus Uang. Show all posts
Monday, May 6, 2013
10 Tips Supaya Cepat Kaya
Jalan menuju kaya tidak mudah, perlu dedikasi, konsentrasi, keahlian dan
ketabahan yang sangat tinggi. Sebelum memupuk kekayaan, yang anda harus
perhatikan pertama kali adalah membuat fondasi yang kuat.
Seperti layaknya bangunan, jika fondasinya sudah kuat, maka gedung tersebut akan bertahan lama dengan sendirinya. Fondasi dalam keuangan tak lepas dari kondisi kesehatan finansial anda sendiri.
Semakin sehat kondisi finansial anda, maka semakin bagus fondasi yang anda bangun. Kathy Virgallito, Direktur Regional Consumer Credit Counseling Service (CCCS), sebuah yayasan non profit yang biasa membantu orang mengontrol finansialnya dengan baik, memberikan beberap tips yang bisa anda ikuti untuk membangun fondasi keuangan yang kuat.
Semakin dini anda menyehatkan kondisi keuangan, maka jalan menuju kaya semakin terbuka lebar. Berikut 10 tips yang dilansir dari situs CCCS, Jumat (16/3/2012), yang bisa membantu anda menyehatkan kondisi keuangan sejak dini.
1. Jika kurangnya pendapatan menjadi masalah utama, sering-seringlah mencari info untuk lowongan baru di perusahaan lain. Sementara menunggu, tingkatkan keahlian dan nilai jual anda. Bisa juga anda mengambil sekolah lagi demi peluang kerja yang lebih besar.
2. Ketahui kebiasaan anda, mulai dari kebiasaan baik hingga buruk. Jujurlah pada diri sendiri karena akan mempermudah mengenali diri anda sendiri. Hal ini akan berguna ketika anda mulai mengatur keuangan sendiri.
3. Susun target jangkan pendek yang bisa disambungkan dengan target jangka panjang demi taraf hidup yang lebih baik. Buatlah target tersebut dengan spesifik mungkin, realistis dan bisa dicapai dengan kemampuan. Pantau tersebut setiap target itu, berhasil atau gagal, setidaknya anda terus berkembang.
4. Harus disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
5. Tulis semua pengeluaran dan pemasukan. Setiap rupiah yang anda belanjakan harus terpantau, walau itu hanya Rp 1.000. Mungkin recehan terlihat sepele, tapi manfaatnya sangat besar. Biasakan periksa kembali catatan yang sudah anda buat, sehingga anda tahu uang anda lari ke mana saja. Dengan begitu, anda bisa mengurangi kebiasaan jajan yang biasanya tidak perlu.
6. Mulai menabung, meski dalam jumlah yang kecil atau bahkan uang kembalian recehan. Tabungan ini bisa menjadi dana darurat anda. Biasanya, kebutuhan mendadak bisa sangat merusak kesehatan finansial anda. Dengan adanya dana darurat, maka masalah tersebut bisa sedikit diredam.
7. Cari pihak pendukung yang bisa membantu anda mencapai target dan menuju kehidupan yang lebih baik. Keluarga dan teman dekat biasanya selalu memotivasi anda dengan baik, tapi hati-hati dengan orang yang bisa mengajak anda menghambur-hamburkan uang.
8. Manfaatkan mekanisme otomatis seperti pembayaran atau tabungan via online yang disetor bulanan. Selain menghemat tenaga, tabungan otomatis ini membuat kita tidak ingat sudah menyimpan uang.
9. Gunakan tanda-tanda agar terus memotivasi anda. Pasanglah tulisan di kulkas atau dekat meja kerja anda, isinya target-target jangka pendek anda. Atau pasang di tempat lain yang sering dan mudah terlihat sehingga anda akan makin bersemangat untuk menjadi orang kaya.
10. Mengerti dan tahu persis keseluruhan utang anda. Jika belum, pelajari dari sekarang. Cari tahu kenapa anda berutang, bagaimana anda akan melunasinya dan kapan utang tersebut berakhir.(finance.detik.com)
Seperti layaknya bangunan, jika fondasinya sudah kuat, maka gedung tersebut akan bertahan lama dengan sendirinya. Fondasi dalam keuangan tak lepas dari kondisi kesehatan finansial anda sendiri.
Semakin sehat kondisi finansial anda, maka semakin bagus fondasi yang anda bangun. Kathy Virgallito, Direktur Regional Consumer Credit Counseling Service (CCCS), sebuah yayasan non profit yang biasa membantu orang mengontrol finansialnya dengan baik, memberikan beberap tips yang bisa anda ikuti untuk membangun fondasi keuangan yang kuat.
Semakin dini anda menyehatkan kondisi keuangan, maka jalan menuju kaya semakin terbuka lebar. Berikut 10 tips yang dilansir dari situs CCCS, Jumat (16/3/2012), yang bisa membantu anda menyehatkan kondisi keuangan sejak dini.
1. Jika kurangnya pendapatan menjadi masalah utama, sering-seringlah mencari info untuk lowongan baru di perusahaan lain. Sementara menunggu, tingkatkan keahlian dan nilai jual anda. Bisa juga anda mengambil sekolah lagi demi peluang kerja yang lebih besar.
2. Ketahui kebiasaan anda, mulai dari kebiasaan baik hingga buruk. Jujurlah pada diri sendiri karena akan mempermudah mengenali diri anda sendiri. Hal ini akan berguna ketika anda mulai mengatur keuangan sendiri.
3. Susun target jangkan pendek yang bisa disambungkan dengan target jangka panjang demi taraf hidup yang lebih baik. Buatlah target tersebut dengan spesifik mungkin, realistis dan bisa dicapai dengan kemampuan. Pantau tersebut setiap target itu, berhasil atau gagal, setidaknya anda terus berkembang.
4. Harus disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
5. Tulis semua pengeluaran dan pemasukan. Setiap rupiah yang anda belanjakan harus terpantau, walau itu hanya Rp 1.000. Mungkin recehan terlihat sepele, tapi manfaatnya sangat besar. Biasakan periksa kembali catatan yang sudah anda buat, sehingga anda tahu uang anda lari ke mana saja. Dengan begitu, anda bisa mengurangi kebiasaan jajan yang biasanya tidak perlu.
6. Mulai menabung, meski dalam jumlah yang kecil atau bahkan uang kembalian recehan. Tabungan ini bisa menjadi dana darurat anda. Biasanya, kebutuhan mendadak bisa sangat merusak kesehatan finansial anda. Dengan adanya dana darurat, maka masalah tersebut bisa sedikit diredam.
7. Cari pihak pendukung yang bisa membantu anda mencapai target dan menuju kehidupan yang lebih baik. Keluarga dan teman dekat biasanya selalu memotivasi anda dengan baik, tapi hati-hati dengan orang yang bisa mengajak anda menghambur-hamburkan uang.
8. Manfaatkan mekanisme otomatis seperti pembayaran atau tabungan via online yang disetor bulanan. Selain menghemat tenaga, tabungan otomatis ini membuat kita tidak ingat sudah menyimpan uang.
9. Gunakan tanda-tanda agar terus memotivasi anda. Pasanglah tulisan di kulkas atau dekat meja kerja anda, isinya target-target jangka pendek anda. Atau pasang di tempat lain yang sering dan mudah terlihat sehingga anda akan makin bersemangat untuk menjadi orang kaya.
10. Mengerti dan tahu persis keseluruhan utang anda. Jika belum, pelajari dari sekarang. Cari tahu kenapa anda berutang, bagaimana anda akan melunasinya dan kapan utang tersebut berakhir.(finance.detik.com)
Tips Menjadi Kaya dan Sudah Terbukti Nyata
Semua
orang pasti bercita-cita agar menjadi orang kaya. Begitu enaknya
menjadi orang kaya. Seakan semua dapat dimiliki tanpa bersusah payah.
Oleh karena itu, banyak orang berusaha menjadi orang kaya. Bahkan, tak
segan pula orang-orang menggunakan cara-cara yang tidak lazim, semisal
pergi ke dukun dengan imbalan membayar pula. Ada pula orang menempuh
cara ekstrem: bertapa atau pergi ke kuburan nenek moyang yang
dikeramatkan. Terkesan lucu dan juga mengada-ada. Ingin kaya tetapi
caranya sulit diterima.
Berkenaan
dengan itu, saya akan berbagi tips menjadi kaya. Jujur saja, tidaklah
sulit menjadi orang kaya. Saya sudah membuktikan semua isi tips ini. Alhamdulillah,
Allah menganugerahkan kekayaan yang luar biasa kepada kami. Atas dasar
itu, tak henti-hentinya saya bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha
Pemurah dan Pemberi Rezeki. Apa saja sih resep menjadi kaya? Berikut kupasannya.
Hidup Jujur
Saya
memiliki banyak kesempatan untuk melakukan tindakan tak terpuji. Saya
sering mendapatkan peluang untuk melakukan korupsi. Sangat teramat
sering kesempatan itu datang dan menghampiriku setiap saat. Namun, saya
selalu terngiang nasihat orang tuaku, khususnya ibu, agar saya
berperilaku jujur. “Jangan pernah kamu pulang membawa rezeki
haram. Jangan pernah kamu memberi nafkah kepada keluargamu dengan barang
haram” tutur orang tuaku dahulu. Atas dasar kekuatan menahan
godaan itu, seakan rezeki itu dating silih berganti dan tiada
habis-habisnya. Hidup jujur ternyata sungguh mengubah hidup menjadi
lebih makmur.
Membahagiakan Orang Tua
Ketika
ayahandaku masih hidup, beliau sering memintaku untuk membelikan ini
dan itu. Bahkan, beliau selalu memintaku agar mengantarkannya ke dokter
ketika mesti mengontrolkan penyakitnya. Tak heran saya sering meminta
izin kepada atasan waktu itu karena saya harus berbakti kepadanya. Kini,
ayahanda sudah menghadap-Nya dengan keadaan yang teramat berbahagia.
Saat
ini, ibu masih hidup. Tadi pagi, ibuku mengunjungiku sambil
berjalan-jalan usai mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu. Saya
sempat kaget karena ibu begitu berhasrat mengunjungiku meskipun sambil
berjalan kaki. Kami pun terlibat asyik ngobrol sambil menyantap makanan
ringan dan minum teh manis. Ketika ibu berkehendak pulang, saya pun
mengantarkannya. Begitu tiba di rumahnya, tak lupa saya menyelipkan
sekadar uang untuk mengisi dompetnya. Dari mulut beliau terucap, “Gusti Allah sing mbales.” (Allah yang membalas). Saya pun berucap, “Amin.” Sungguh Allah membalas kebaikan itu secara berlipat-lipat.
Gemar Bersedekah
Ibarat
orang memancing ikan, tentu ia akan kehilangan umpan. Jadi, kita harus
mengikhlaskan sedikit umpan untuk mendapatkan ikan yang besar. Jika malas mengeluarkan umpan, jangan harap kita mendapatkan ikan.
Nasihat itu teramat cocok untuk diterapkan jika kita ingin menjadi
kaya. Gemarlah bersedekah karena sedekah adalah umpan untuk mendapatkan
rezeki secara berlimpah. Belum pernah terdengar kasus yang memberitakan
bahwa orang miskin karena rajin bersedekah. Semakin banyak rezeki
diberikan, semakin banyak pula rezeki datang. Tinggal kekuatan keyakinan
itu pada diri kita!
Naik Haji
Maaf,
saya belum membuktikan kekayaan setelah menunaikan ibadah haji. Saya
hanya berkisah ulang tentang beberapa cerita dari teman yang pernah
berhaji. Ternyata, kekayaannya semakin berlimpah usai berhaji. Biaya
yang dikeluarkan untuk ibadah haji itu benar-benar telah diganti Allah
secara berlipat-lipat. Jarang dan teramat jarang ada orang jatuh miskin
usai berhaji. Atas dasar kisah itu pula, saya sudah berniat lurus untuk
beribadah haji. Kami (saya dan istri) sudah bertekad bulat untuk
beribadah haji pada 2019. Alhamdulillah, royalti buku tahun ini
dapat digunakan untuk melunasi ONH-ku. Saya teramat penasaran dengan
janji Allah karena saya meyakini bahwa Allah takkan pernah ingkar janji.
Pasrah Setelah Usaha
Mungkin kita pernah mendengar kata qona’ah.
Kata itu bermakna pasrah atau menyerahkan diri kepada Allah semata. Itu
berarti bahwa kita harus berusaha sekuat tenaga sebelum memasrahkan
diri kepada Allah. Kadang kita baru berusaha setengah hati dan begitu
mudah kita berkata, “Pasrahkan saja kepada Tuhan.” Wah, jelas itu
menandakan bahwa kita belum bersungguh-sungguh berusaha untuk menggapai
keinginan. Kita masih setengah hati berusaha karena kita masih memiliki
keragu-raguan. Jika memang sudah berkeyakinan berhasil, tentunya
kita tidak perlu berhenti berusaha meskipun seakan keberhasilan itu
sudah tiba di depan mata.(kompasiana.com)
Kok Tips Ini Kaya Saling Bersebrangan
Beberapa waktu yang lalu kompas.com pernah menayangkan tulisan tentang 15 pola pikir orang kaya. Pola pikir atau tips kaya ini disarikan dari pengarang buku How Rich People Think (Bagaimana Pola Pikir Orang Kaya), Steve Siebold, yang mengatakan bahwa orang kaya dan orang kebanyakan memiliki cara pandang yang sangat berbeda.
Dan dari 15 pola pikir itu yang paling menarik perhatian saya adalah pola pikir atau tips kaya pertama yakni : Orang kaya menganggap egois adalah hal positif. Orang kebanyakan beranggapan membantu orang lain adalah hal yang mulia, dan itulah yang membuat mereka miskin. Orang kaya berperilaku bahwa kalau mereka tidak bisa membuat diri mereka kaya dulu, maka mereka tidak akan bisa nantinya membantu orang lain.
Beberapa teman atau saudara penulis yang boleh dikatakan kaya kalau diperhatikan juga relatif egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri diawal perjuangan mereka. Setelah mereka benar-benar berkecukupan baru mereka berbagi dan membantu orang lain.
Buat sebagian orang pola pikir model begini mungkin bisa jadi kontroversi. Apalagi buat orang-orang yang gemar berderma dan membantu orang lain. Pasti tidak sependapat dengan tips kaya model begini. Zig Ziglar dalam salah satu tips kayanya pernah berkata, anda bisa mendapatkan apapun yang anda inginkan di kehidupan jika anda membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan. Yusuf Mansur, penulis seri buku Wisata Hati mengaku yakin benar bahwa bersedekah adalah kunci utama untuk menjadi kaya dan sukses. ”Banyak kejadian yang membuktikan itu dan perjalanannya ke berbagai daerah membuktikan keajaiban berbagi (sedekah). Dengan sedekah utang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi,” ujarnya penuh semangat.
Lalu mana yang benar…mana yang harus kita ikuti. Kedua ‘kubu’ yang menganjurkan tips kaya ini kedua-duanya kaya. Yang harus anda ikuti adalah apa yang anda yakini. Bisa salah satu dari kedua tips kaya diatas, kombinasi keduanya atau pakai cara anda sendiri. Yang terpenting adalah apa yang anda yakini bukan apa yang dikatakan orang. Kehidupan menghendaki manusia menemukan sendiri kebenaran yang dicarinya melalui perjalanannya. Itulah sebabnya kenapa bisa ada dua pola pikir yang sama-sama benar. (kompasiana.com)
Lalu mana yang benar…mana yang harus kita ikuti. Kedua ‘kubu’ yang menganjurkan tips kaya ini kedua-duanya kaya. Yang harus anda ikuti adalah apa yang anda yakini. Bisa salah satu dari kedua tips kaya diatas, kombinasi keduanya atau pakai cara anda sendiri. Yang terpenting adalah apa yang anda yakini bukan apa yang dikatakan orang. Kehidupan menghendaki manusia menemukan sendiri kebenaran yang dicarinya melalui perjalanannya. Itulah sebabnya kenapa bisa ada dua pola pikir yang sama-sama benar. (kompasiana.com)
Dialog Paranorma Tentang Uang
pembicaraan seorang teman dengan seorang paranormal yang membicarakan tentang masalah uang.
Pembicaraan tersebut seperti dibawah ini.
PARANORMAL: saya tidak berani memegang uang sepeserpun.
TEMAN: memang kenapa mbah kok takut sama uang.
PARANORMAL: karena kalau aku pegang uang sama dengan setan.
TEMAN: kok bisa.
PARANORMAL: karena dengan uang aku bisa datang ke klub malam,karena dengan uang aku bisa zina,karena dengan uang aku bisa duduk sila megang kartu remi.
TEMAN: bukannya semua orang butuh uang.
PARANORMAL: memang semua orang butuh uang, tapi tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
Begitulah sedikit pembicaraan temanku dengan seorang paranormal tentang uang.
Karena uang kita bisa bahagia,karena uang juga kita bisa menderita.(kidunglanang.mywapblog.com)
Pembicaraan tersebut seperti dibawah ini.
PARANORMAL: saya tidak berani memegang uang sepeserpun.
TEMAN: memang kenapa mbah kok takut sama uang.
PARANORMAL: karena kalau aku pegang uang sama dengan setan.
TEMAN: kok bisa.
PARANORMAL: karena dengan uang aku bisa datang ke klub malam,karena dengan uang aku bisa zina,karena dengan uang aku bisa duduk sila megang kartu remi.
TEMAN: bukannya semua orang butuh uang.
PARANORMAL: memang semua orang butuh uang, tapi tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
Begitulah sedikit pembicaraan temanku dengan seorang paranormal tentang uang.
Karena uang kita bisa bahagia,karena uang juga kita bisa menderita.(kidunglanang.mywapblog.com)
Gila Harta, Sumber Malapetaka
SIAPA yang tidak butuh harta dan tidak perlu uang? Selama masih hidup di dunia, semua manusia memerlukan harta atau uang. Masalahnya, apakah karena semua orang butuh uang lalu kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya?
Harta tetaplah sarana, senjata, atau kendaraan yang sangat berguna bagi setiap Muslim untuk mendapatkan ridha Allah.
Seperti yang dicontohkan oleh Sayyidah Khadijah, Utsman bin Affan dan juga Abdurrahman bin Auf. Harta menjadikan ketiganya sebagai manusia teladan hingga akhir zaman. Tetapi harta juga bisa menjerumuskan manusia ke dalam neraka.
Terutama jika seorang Muslim tidak mengerti apa hakikat harta, bagaimana mendapatkannya, menggunakannya, dan memanfaatkannya. Al-Qur’an memberikan contoh konkrit perihal manusia yang gagal memahami hakikat harta dan tahta. Di antaranya ada Fir’aun, Haman, dan Qarun. Ketiganya adalah manusia yang terjerumus ke dalam neraka justru karena harta dan tahta yang dicintainya.
Mereka telah menjadi hamba dirham dan hamba kekuasaan, sehingga tidak ada yang dipikirkannya selain uang, uang, dan uang. Mengenai bagaimana cara mendapatkannya dan untuk apa, sama sekali mereka tidak pernah mempedulikannya.
Fenomena seperti ini, ternyata tidak saja berlaku pada Fir’aun dan orang-orang terdekatnya. Ternyata, hal itu juga terjadi di masa kini, bagaimana orang berlomba menjadi pejabat, bahkan saat dirinya telah di penjara pun, ia masih bernafsu menjadi pejabat.
Dan, karena masih berpengaruh, mantan narapidana korupsi itu pun bisa menjabat lagi dengan sangat mudah. Satu di antaranya apa yang terjadi di Majene Sulawesi Barat. Seorang mantan narapidana kasus korupsi DAK bidang pendidikan 2006 sebesar 6,1 miliar rupiah, kini diangkat menjadi pejabat kembali. Kali ini oknum berinisial MT itu menjabat sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene. Tentu, hal itu adalah irasional.
Berbagai pihak pun menyayangkan banyaknya fenomena semacam itu. Padahal, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang ditandatangani 29 Oktober 2012 telah melarang mantan narapidana korupsi diberi amanah untuk menjabat lagi.
Tetapi itulah sifat manusia gila harta. Jangankan surat edaran menteri, Undang-Undang, atau apapun yang dibuat manusia, perintah Tuhan pun berani dia lawan. Yang penting hidupnya bisa bergelimang uang dan keuntungan, sehingga bisa hidup dalam kemegahan, kemewahan dan kesenangan.
Fenomena seperti itu sudah sangat lazim di negeri ini. Pelakunya pun bukan hanya pejabat. Mulai dari rakyat sampai pejabat, pebisnis hingga artis, umumnya sudah tidak peduli agama dan lupa Allah.
Siang malam ia rela bekerja demi uang untuk makan dengan mengabaikan seluruh kewajiban agama. Bahkan sebagian menikmati makanan dengan cara-cara terlarang. Intinya sama, bisa hidup nyaman, bahkan kalau bisa megah dan mewah.
Orang-orang semacam itu tidak akan pernah menyadari kekeliruannya, kecuali jasadnya telah dibenamkan dalam kuburan.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ “
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS. At-Takasur [102] : 1, 2).
Ayat tersebut menurut Ibn Katsir adalah penjelasan tentang perihal kebanyakan manusia yang terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Mithraf, yakni Ibnu Abdillah bin asy-Syikhkhir dari ayahnya, dia berkata: “Kami pernah sampai kepada Rasulullah yang ketika itu beliau membaca :
‘Bermegah-megahan telah melalaikanmu’. Anak Adam mengatakan, ‘Hartaku, hartaku’. Tidaklah kamu mendapatkan dari hartamu itu kecuali apa yang kamu makan, lalu habis atau kamu pakai lalu usang, atau kamu sedekahkan sehingga akan terus mengalir?” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Kita sebagai Muslim tidak boleh terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Karena, seperti dijelaskan dalam hadits di atas, harta itu hanyalah apa yang kita makan.
Jadi, jika berlebihan, apalagi salah dalam pemanfaatannya, maka kita pasti akan masuk neraka. Anas meriwayatkan dari Nabi, bahwa beliau bersabda, “Anak Adam itu akan menjadi tua dan dua hal yang akan tetap bersamanya; ketamakan dan angan-angan’.
Infakkan, Bukan Ditahan Harta dunia sangat penting bagi kelangsungan kemajuan umat Islam. Itulah mengapa Allah memerintahkan umat Islam untuk berjihad dengan harta dan jiwa. Jadi, memiliki harta itu perlu.
Sebab dengan punya harta, kita bisa berkontribusi dalam jihad Islam, seperti Sayyidah Khadijah, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Ketiganya adalah teladan yang baik bagi kita semua untuk termotivasi memiliki harta yang banyak dan sepenuhnya kita gunakan untuk kemajuan Islam.
Hanya harta yang digunakan untuk memperbanyak amal shaleh saja yang bisa menyelamatkan seorang manusia dari azab neraka. Al-hafizh Ibnu ‘Asakir menyebutkan di dalam biografi Al-Ahnaf bin Qais dan namanya adalah Adh-Dhahak, bahwasanya dia pernah melihat uang dirham di tangan seseorang, lalu dia bertanya:
“Milik siapa dirham ini?” Lalu orang itu berkata kepadaku, “Uang itu akan menjadi milikmu jika engkau menginfakkannya, baik untuk memperoleh pahala maupun mendapatkan rasa syukur”.
Kemudian Al-Ahnaf membacakan syair: Engkau akan menjadi milik hartamu jika engkau menahannya, dan jika engkau menafkahkannya maka harta itu menjadi milikmu.
Jadi, harta itu harus diinfakkan bukan ditahan, dihitung-hitung untuk keperluan yang berlebihan. Cukuplah harta itu untuk menjaga kita dari kemiskinan dan meminta-minta. Jika sudah cukup segera infakkan.
Karena menginfakkan harta adalah satu amalan yang dapat mengantarkan setiap Muslim pada ampunan Allah dan berhak atas surga seluas langit dan bumi.
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ “
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS Ali Imran [3] : 134).
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ “
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat [51] : 19).
Jadi, tunggu apalagi, segerakan infakkan harta kita untuk mereka yang membutuhkan. Halal, Bukan Haram Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya raya, silakan, bahkan sangat perlu ada diantara umat Islam yang kaya raya, untuk mendukung jihad umat Islam. Asalkan, cara mendapatkan hartanya tidak dengan cara curang atau haram, seperti banyak dilakukan para pejabat hari ini, yang gemar korupsi.
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ “
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 188).
Akhirnya, mari kita semua mencari harta dengan cara yang baik lagi halal sebanyak-banyaknya untuk mendukung kemajuan dan kejayaan umat Islam. Jangan sekali-kali terbesit niat untuk menumpuk-numpuk harta, lalu bakhil dan melupakan fakir miskin. Karena itu adalah pintu gerbang bagi setan untuk menjerumuskan seorang Muslim menjadi penghuni neraka. Waspadalah!(hidayatullah.com)
Seperti yang dicontohkan oleh Sayyidah Khadijah, Utsman bin Affan dan juga Abdurrahman bin Auf. Harta menjadikan ketiganya sebagai manusia teladan hingga akhir zaman. Tetapi harta juga bisa menjerumuskan manusia ke dalam neraka.
Terutama jika seorang Muslim tidak mengerti apa hakikat harta, bagaimana mendapatkannya, menggunakannya, dan memanfaatkannya. Al-Qur’an memberikan contoh konkrit perihal manusia yang gagal memahami hakikat harta dan tahta. Di antaranya ada Fir’aun, Haman, dan Qarun. Ketiganya adalah manusia yang terjerumus ke dalam neraka justru karena harta dan tahta yang dicintainya.
Mereka telah menjadi hamba dirham dan hamba kekuasaan, sehingga tidak ada yang dipikirkannya selain uang, uang, dan uang. Mengenai bagaimana cara mendapatkannya dan untuk apa, sama sekali mereka tidak pernah mempedulikannya.
Fenomena seperti ini, ternyata tidak saja berlaku pada Fir’aun dan orang-orang terdekatnya. Ternyata, hal itu juga terjadi di masa kini, bagaimana orang berlomba menjadi pejabat, bahkan saat dirinya telah di penjara pun, ia masih bernafsu menjadi pejabat.
Dan, karena masih berpengaruh, mantan narapidana korupsi itu pun bisa menjabat lagi dengan sangat mudah. Satu di antaranya apa yang terjadi di Majene Sulawesi Barat. Seorang mantan narapidana kasus korupsi DAK bidang pendidikan 2006 sebesar 6,1 miliar rupiah, kini diangkat menjadi pejabat kembali. Kali ini oknum berinisial MT itu menjabat sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene. Tentu, hal itu adalah irasional.
Berbagai pihak pun menyayangkan banyaknya fenomena semacam itu. Padahal, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang ditandatangani 29 Oktober 2012 telah melarang mantan narapidana korupsi diberi amanah untuk menjabat lagi.
Tetapi itulah sifat manusia gila harta. Jangankan surat edaran menteri, Undang-Undang, atau apapun yang dibuat manusia, perintah Tuhan pun berani dia lawan. Yang penting hidupnya bisa bergelimang uang dan keuntungan, sehingga bisa hidup dalam kemegahan, kemewahan dan kesenangan.
Fenomena seperti itu sudah sangat lazim di negeri ini. Pelakunya pun bukan hanya pejabat. Mulai dari rakyat sampai pejabat, pebisnis hingga artis, umumnya sudah tidak peduli agama dan lupa Allah.
Siang malam ia rela bekerja demi uang untuk makan dengan mengabaikan seluruh kewajiban agama. Bahkan sebagian menikmati makanan dengan cara-cara terlarang. Intinya sama, bisa hidup nyaman, bahkan kalau bisa megah dan mewah.
Orang-orang semacam itu tidak akan pernah menyadari kekeliruannya, kecuali jasadnya telah dibenamkan dalam kuburan.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ “
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS. At-Takasur [102] : 1, 2).
Ayat tersebut menurut Ibn Katsir adalah penjelasan tentang perihal kebanyakan manusia yang terlalu disibukkan oleh kecintaan pada dunia, kenikmatan dan berbagai perhiasannya, sehingga lupa untuk mencari dan mengejar kehidupan akhirat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Mithraf, yakni Ibnu Abdillah bin asy-Syikhkhir dari ayahnya, dia berkata: “Kami pernah sampai kepada Rasulullah yang ketika itu beliau membaca :
‘Bermegah-megahan telah melalaikanmu’. Anak Adam mengatakan, ‘Hartaku, hartaku’. Tidaklah kamu mendapatkan dari hartamu itu kecuali apa yang kamu makan, lalu habis atau kamu pakai lalu usang, atau kamu sedekahkan sehingga akan terus mengalir?” (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Kita sebagai Muslim tidak boleh terpengaruh lalu ikut-ikutan kebanyakan orang yang sudah gila harta dan lupa iman. Karena, seperti dijelaskan dalam hadits di atas, harta itu hanyalah apa yang kita makan.
Jadi, jika berlebihan, apalagi salah dalam pemanfaatannya, maka kita pasti akan masuk neraka. Anas meriwayatkan dari Nabi, bahwa beliau bersabda, “Anak Adam itu akan menjadi tua dan dua hal yang akan tetap bersamanya; ketamakan dan angan-angan’.
Infakkan, Bukan Ditahan Harta dunia sangat penting bagi kelangsungan kemajuan umat Islam. Itulah mengapa Allah memerintahkan umat Islam untuk berjihad dengan harta dan jiwa. Jadi, memiliki harta itu perlu.
Sebab dengan punya harta, kita bisa berkontribusi dalam jihad Islam, seperti Sayyidah Khadijah, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Ketiganya adalah teladan yang baik bagi kita semua untuk termotivasi memiliki harta yang banyak dan sepenuhnya kita gunakan untuk kemajuan Islam.
Hanya harta yang digunakan untuk memperbanyak amal shaleh saja yang bisa menyelamatkan seorang manusia dari azab neraka. Al-hafizh Ibnu ‘Asakir menyebutkan di dalam biografi Al-Ahnaf bin Qais dan namanya adalah Adh-Dhahak, bahwasanya dia pernah melihat uang dirham di tangan seseorang, lalu dia bertanya:
“Milik siapa dirham ini?” Lalu orang itu berkata kepadaku, “Uang itu akan menjadi milikmu jika engkau menginfakkannya, baik untuk memperoleh pahala maupun mendapatkan rasa syukur”.
Kemudian Al-Ahnaf membacakan syair: Engkau akan menjadi milik hartamu jika engkau menahannya, dan jika engkau menafkahkannya maka harta itu menjadi milikmu.
Jadi, harta itu harus diinfakkan bukan ditahan, dihitung-hitung untuk keperluan yang berlebihan. Cukuplah harta itu untuk menjaga kita dari kemiskinan dan meminta-minta. Jika sudah cukup segera infakkan.
Karena menginfakkan harta adalah satu amalan yang dapat mengantarkan setiap Muslim pada ampunan Allah dan berhak atas surga seluas langit dan bumi.
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ “
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” (QS Ali Imran [3] : 134).
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ “
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat [51] : 19).
Jadi, tunggu apalagi, segerakan infakkan harta kita untuk mereka yang membutuhkan. Halal, Bukan Haram Islam tidak melarang umatnya menjadi kaya raya, silakan, bahkan sangat perlu ada diantara umat Islam yang kaya raya, untuk mendukung jihad umat Islam. Asalkan, cara mendapatkan hartanya tidak dengan cara curang atau haram, seperti banyak dilakukan para pejabat hari ini, yang gemar korupsi.
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ “
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 188).
Akhirnya, mari kita semua mencari harta dengan cara yang baik lagi halal sebanyak-banyaknya untuk mendukung kemajuan dan kejayaan umat Islam. Jangan sekali-kali terbesit niat untuk menumpuk-numpuk harta, lalu bakhil dan melupakan fakir miskin. Karena itu adalah pintu gerbang bagi setan untuk menjerumuskan seorang Muslim menjadi penghuni neraka. Waspadalah!(hidayatullah.com)
Uang Tidak Turun dari Langit
Uang lagi uang lagi. Uang bisa bikin kepala kita pusing tujuh keliling, dampaknya sangat luar biasa mempengaruhi kerja otak kita, bagaimana kita bisa bekerja dengan tenang, kalau pikiran kita terus dihantui oleh sesuatu yang bernama uang. Memang uang memegang peranan penting dalam kehidupan kita, bohong kalau kita bilang tidak butuh uang, semua orang pasti membutuhkannya, tapi apakah kita harus diperbudak dengan uang ?
Tidak semua orang mampu memanage uang dengan baik, kecenderungan kita lebih banyak pengeluaran dari pada penghasilan yang kita dapatkan, tingkat konsumtif sudah membudaya pada masyarakat kita, sehingga berapa pun gaji yg terima dirasakan selalu tidak pernah cukup. Banyak sekali kita sering mendengar keluhan seseorang tidak bisa memanfaatkan gaji yang diterimanya dapat bertahan sampai bulan berikutnya.
Hal ini dikarenakan kebutuhan yg terus meningkat tetapi tidak dibarengi oleh pendapatan yang meningkat pula, hal yang paling umum dilakukan oleh sebagian kita adalah, hari esok bagaimana nanti, yang penting urusan hari ini terselesaikan. Uang sangat mungkin merubah perilaku seseorang, dari yg tadinya biasa-biasa saja, setelah memiliki banyak uang perilakunya menjadi berubah, yg tadinya cukup ngopi di warung kopi, sekarang sudah mulai merasakan ngopi di cafe2.
Yang tadinya HP hanya cukup buat sms dan telp saja sekarang perlu yg ada koneksi internetnya, sehingga otomatis pengeluaran bulanannya akan ikut membesar, memang sesuatu yang wajar, tapi bila kita tidak mengontrol pengeluarannya pulsanya, hal ini akan terus membuat pengeluarannya semakin bertambah.
Dan lingkup pergaulan jaman sekarang sangat memungkinkan orang melakukan hal tsb, ga eksis rasanya kalo kita engga updated status di facebook, atau ikut dalam grup-grup BBM, kumpul2 di resto2 tertentu sekedar ngobrol atau refreshing. Dan parahnya kita asik2 saja mengesek credit card kita hanya untuk kebutuhan yang tidak penting. Dan dampaknya kita akan tercengang ketika semua tagihan berdatangan, lalu merasa kebinggungan untuk membayarnya.
Ujung2nya kita menjadi “mumet” karna membengkaknya pengeluaran kita. Tentunya kita sangat merasakan, bagaimana susahnya mencari uang, uang tidak turun begitu saja dari langit, kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya, sektor pekerjaan yg sempit membuat kita harus berkompetisi untuk tetap mendapatkan pekerjaan yang layak, kemungkinan pemutusan hubungan kerja dapat terjadi sewaktu-waktu, karena memang perekonomian di Indonesia sulit untuk di prediksi. Lantas apakah kita begitu saja menghamburkan uang itu hanya untuk kebutuhan yang sifatnya hura-hura?
Marilah kita merenung sejenak, apakah management keuangan kita sudah dikelola dengan baik, apakah kita masih menganut pola gali lobang tutup lobang,atau berprinsip gimana nanti saja. kalau anda merasa belum mengelola dengan baik, segeralah lakukan perubahan, budayakan sikap menabung walaupun sedikit, atau anda akan terus dihantui tagihan2 yang tidak pernah ada habisnya setiap akhir bulan? Ayo kelola keuangan anda untuk menjadikan hidup lebih berkualitas dan nyaman.(kompasiana.com)
Tidak semua orang mampu memanage uang dengan baik, kecenderungan kita lebih banyak pengeluaran dari pada penghasilan yang kita dapatkan, tingkat konsumtif sudah membudaya pada masyarakat kita, sehingga berapa pun gaji yg terima dirasakan selalu tidak pernah cukup. Banyak sekali kita sering mendengar keluhan seseorang tidak bisa memanfaatkan gaji yang diterimanya dapat bertahan sampai bulan berikutnya.
Hal ini dikarenakan kebutuhan yg terus meningkat tetapi tidak dibarengi oleh pendapatan yang meningkat pula, hal yang paling umum dilakukan oleh sebagian kita adalah, hari esok bagaimana nanti, yang penting urusan hari ini terselesaikan. Uang sangat mungkin merubah perilaku seseorang, dari yg tadinya biasa-biasa saja, setelah memiliki banyak uang perilakunya menjadi berubah, yg tadinya cukup ngopi di warung kopi, sekarang sudah mulai merasakan ngopi di cafe2.
Yang tadinya HP hanya cukup buat sms dan telp saja sekarang perlu yg ada koneksi internetnya, sehingga otomatis pengeluaran bulanannya akan ikut membesar, memang sesuatu yang wajar, tapi bila kita tidak mengontrol pengeluarannya pulsanya, hal ini akan terus membuat pengeluarannya semakin bertambah.
Dan lingkup pergaulan jaman sekarang sangat memungkinkan orang melakukan hal tsb, ga eksis rasanya kalo kita engga updated status di facebook, atau ikut dalam grup-grup BBM, kumpul2 di resto2 tertentu sekedar ngobrol atau refreshing. Dan parahnya kita asik2 saja mengesek credit card kita hanya untuk kebutuhan yang tidak penting. Dan dampaknya kita akan tercengang ketika semua tagihan berdatangan, lalu merasa kebinggungan untuk membayarnya.
Ujung2nya kita menjadi “mumet” karna membengkaknya pengeluaran kita. Tentunya kita sangat merasakan, bagaimana susahnya mencari uang, uang tidak turun begitu saja dari langit, kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya, sektor pekerjaan yg sempit membuat kita harus berkompetisi untuk tetap mendapatkan pekerjaan yang layak, kemungkinan pemutusan hubungan kerja dapat terjadi sewaktu-waktu, karena memang perekonomian di Indonesia sulit untuk di prediksi. Lantas apakah kita begitu saja menghamburkan uang itu hanya untuk kebutuhan yang sifatnya hura-hura?
Marilah kita merenung sejenak, apakah management keuangan kita sudah dikelola dengan baik, apakah kita masih menganut pola gali lobang tutup lobang,atau berprinsip gimana nanti saja. kalau anda merasa belum mengelola dengan baik, segeralah lakukan perubahan, budayakan sikap menabung walaupun sedikit, atau anda akan terus dihantui tagihan2 yang tidak pernah ada habisnya setiap akhir bulan? Ayo kelola keuangan anda untuk menjadikan hidup lebih berkualitas dan nyaman.(kompasiana.com)
Menjadi Hamba Uang
Manusia yang hidup pada zaman sekarang perlu uang
untuk membiayai kebutuhan hidupnya. Pada zaman dahulu saat budaya
manusia masih primitif, uang tidak dikenal, karena cara pemenuhan
kebutuhannya masih menggunakan sistem barter. Tetapi peradaban manusia
terus berkembang, kebutuhan manusia semakin banyak dan beraneka ragam.
Hampir semua kebutuhan manusia perlu uang. Penulis Jepang Robert T. Kyosaki dalam bukunya yang terkenal berjudul Rich Dad Poor Dad, mengatakan bahwa uang bukan segalanya, tetapi segalanya perlu uang. Pemikiran Robert T. Kyosaki banyak dianut oleh masyarakat dunia, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Banyak cara untuk mendapatkan uang, mulai dari cara halal hingga yang haram. Uang dianggap sebagai penentu kebahagiaan hidup, semakin banyak uang maka hidup akan semakin bahagia.
Padahal jika mempunyai banyak uang belum tentu menjamin bahwa hidup seseorang pasti akan selalu bahagia. Bisa saja, ketika mempunyai banyak uang, justru hidupnya hanya dipenuhi ketakutan dan kegelisahan barang kali uangnya hilang diambil pencuri. Orang yang mempunyai sedikit uang juga belum tentu hidupnya akan susah. Jika bisa mensyukuri berapapun rejeki yang diberikan oleh Tuhan, maka walupun jumlahnya sedikit, rasanya tetap menyenangkan.
Banyak orang yang mempunyai slogan waktu adalah uang, sehingga waktu yang ada setiap hari hanya digunakan untuk mencari uang terus, sampai-sampai melupakan Tuhan. Waktu dalam sehari digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas, sehingga kita harus pintar membagi waktu dengan proporsi yang pas, termasuk juga harus mengalokasikan waktu untuk beribadah. jangan sampai karena terlalu sibuk bekerja mencari uang, urusan ibadah kepada Tuhan menjadi ditinggalkan, seakan-akan uang lebih penting dari Tuhan.
Tuhan adalah pemberi rezeki, maka ibadah kepada Tuhan harus lebih diutamakan, agar mendapat ridho dari Tuhan. Percuma jika punya banyak uang tetapi tidak diridhoi Tuhan, maka uang tersebut tidak berkah.(suaramerdeka.com)
10 Hal Yang Tak Bisa Dinilai Dengan Uang
“Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.
2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.
4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.
10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.”(kaskus.us)
1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.
2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.
3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.
4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.
5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.
6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.
7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.
8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.
9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.
10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.”(kaskus.us)
8 Kenyataan Tentang Uang dan Kebahagiaan
Idealnya, Anda harus mencoba untuk menggabungkan antara kemakmuran dan kebahagiaan. Untuk melakukan itu, ada beberapa langkah yang direkomendasikan :
1. Belajar untuk Menghargai Kehidupan Sederhana
Tujuan hidup bukan untuk mengakumulasi sebanyak mungkin harta benda dan kekayaan. Kita harus belajar untuk puas dengan apa yang kita miliki dan menghargai keuntungan dari hidup sederhana. Sebagai contoh, Jika kita membereskan kekacauan yang tidak perlu, maka kita akan mendapatkan perasaan yang lega dan bebas. Jika Anda merasa kebahagian berhubungan langsung dengan kemilikan harta benda, maka Anda sudah melakukan kesalahan. Kebahagiaan bisa didapat hanya dengan merasa cukup dengan harta benda yang sedikit. Kekayaan kita tidak hanya sekedar apa yang kita miliki, tapi dengan merasa cukup dengan apa yang kita tidak miliki.
2. Jangan Terikat dengan Uang Anda
Apakah menggunakan uang Anda membuat Anda merasa terbebani walaupun itu untuk sesuatu yang berguna? Bahkan orang seperti Bill Gates pun bisa merasa tidak tenang menghabiskan uangnya yang bermilyar-milyar. Sering dikatakan bahwa Beliau selalu bepergian menggunakan kelas ekonomi karena dia menganggap dia tidak perlu menghabiskan uangnya pada kelas pertama. Masalahnya adalah, jika kita selalu enggan untuk menggunakan uang kita, kita sudah melupakan apa gunanya kita mencari uang.
Sikap yang baik adalah melihat uang sebagai alur sirkuler, yaitu menggunakan uang memungkinkan kita untuk memperoleh uang lebih banyak yang datang untuk kehidupan kita. Ini bukan seperti bendungan dimana kita harus terus menampung semuanya. Kita harus merelakan uang itu pergi untuk digunakan pada sesuatu yang berguna. Bukanlah hal yang baik jika kita memiliki timbunan air kecuali kita gunakan untuk menghasilkan tenaga, sama seperti itu, tidak ada gunanya kita mengumpulkan tabungan yang besar jumlahnya jika kita merasa sedih untuk menggunakannya.
3. Kurangi Kecemasan Akan Uang
Kita akan merasa sangat bahagia jika kita mampu membuat uang menjadi bagian kecil dari hidup kita, dan berpikir masalah keuangan sekecil mungkin. Untuk dapat melakukan ini kita harus menghindari membuat situasi berhutang, dimana keluar dari hutang bisa menjadi sulit dan membuat stress.
Belajarlah untuk hidup dengan cara menghindari hidup boros. Jika Anda memerlukan hutang, rencanakan dengan matang dan carilah pinjaman yang jelas dan bisa kita atur pembayarannya. Cobalah untuk menghindari rencana investasi yang rumit dan beresiko, hal ini mungkin bisa memberikan peluang untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, tapi Anda juga akan menghadapi kemungkinan Anda akan kehilangan lebih banyak.
Rencana finansial yang baik haruslah simpel dan seimbang, ini berarti saraf-saraf Anda tidak akan terpengaruh dengan mencemaskan apa hasil dari investasi Anda. Akan lebih baik jika menginvest dan menabung pada sesuatu yang lebih aman sehingga Anda bisa melupakannya dan tidak perlu cemas terus.
4. Hindari Kecemburuan
Walaupun sebanyak apapun uang yang Anda miliki, apakah Anda masih tetap iri pada orang-orang yang memiliki lebih banyak? Hasil survei baru-baru ini menanyakan apakah orang-orang lebih ingin memiliki gaji diatas rata-rata nasional, atau mereka bisa memilih memiliki gaji yang lebih tinggi tapi gaji ini lebih rendah dari rata-rata.
Hasil yang mengejutkan dimana sejumlah orang memilih untuk memiliki gaji yang lebih kecil selama itu berarti mereka secara relatif lebih baik dibanding sisa populasi yang ada. Ini tidak masuk akal. Jika orang lain menjadi lebih kaya daripada Anda, itu bukan menjadi alasan untuk tidak bahagia. Jika orang lain makmur itu hal yang baik, kita tidak perlu merasa sedih hanya karena kita tidak mampu mengikuti mereka.
5. Janganlah Hidup Untuk Bekerja
Apakah Anda bekerja lembur di malam hari dan pada akhir pekan? Jika Anda menghabiskan waktu Anda untuk bekerja, Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk menggunakan pendapatan Anda. Jangan merasa bersalah jika Anda menolak kerjaan ekstra, sangatlah penting untuk memiliki waktu luang dengan prioritas yang sama tingginya dengan bekerja.
Adalah hal yang baik jika kita bisa mendapatkan kepuasan dari pekerjaan, tapi jika kita menghabiskan waktu untuk bekerja maka hidup kita kurang seimbang.
6. Memahami Kenapa Sebagian Orang Selalu Miskin
Saya yakin bahwa hampir semua orang memiliki teman baik yang selalu memiliki masalah keuangan. Apapun yang terjadi mereka selalu kekurangan uang dan mereka sering berbagi cerita mengenai duka cita finansial mereka.
Tidak adanya uang membuat mereka tidak bahagia, tapi mereka tidak tahu bagaimana untuk merubah situasi tersebut. Memberikan mereka uang tidak akan menjadi solusi yang baik karena mereka terus melakukan keputusan finansial yang salah. Salah satu bagian masalah mereka terletak pada mindset mereka. Sangatlah mudah untuk terbiasa menjadi miskin dan sedikit mengharapkan kemiskinan tersebut untuk berlanjut.
Dengan mindset seperti ini, akan menjadi sulit untuk memikat uang datang pada kehidupan kita dan mudah untuk membangun rasa penyesalan dan mengkasihani diri sendiri. Walaupun mungkin kita tidak beruntung, hal tersebut tidak akan menyelesaikan situasi tersebut. Rahasianya adalah untuk mencoba dan merubah kebiasaan kita dan mendekatkan pada uang. Dan waspadalah untuk merubah orang lain untuk memiliki kebiasaan finansial yang lebih baik, karena itu dijamin akan gagal.
7. Ketidaksadaran Bukanlah Kebahagiaan
Sikap lain untuk memikat uang adalah mencoba dan menghindari untuk memikirkannya. Kita abaikan tingkat hutang kita, pengeluaran dan meninggalkan tagihan yang belum terbayarkan. Kita secara rutin kehilangan untuk mendapatkan penawaran finansial yang lebih baik dan terlambat membayar yang akan merusak penilaian kredit kita.
Dengan mengabaikan uang seperti ini, kita hanya membuat masalah yang serius di masa yang akan datang. Dan ketika kita mengabaikan untuk berurusan dengan masalah finansial, maka kita sudah membawa masalah itu pada pikiran kita. Kita tidak akan memiliki pikiran yang tenang karena kita secara permanen memiliki daftar hal-hal yang harus kita selesaikan. Akan lebih baik jika dalam keadaan seperti ini kita secara cepat menyelesaikan masalah tersebut dengan membayar tagihan-tagihan dan memilah rekening Anda, setelah itu kita baru bisa melupakannya.
8. Membangun Perspektif Baru
Di bawah ini adalah pertanyaan yang menyangkut uang yang harus ditanyakan pada diri Anda sendiri :
- Apakah aku senang dengan situasi finansialku saat ini? - Apakah dengan memiliki uang yang lebih banyak akan membuat hidupku menjadi lebih baik? - Apakah aku selalu memiliki masalah keuangan dikepalaku? - Apakah uang merupakan hal yang terpenting dalam hidupku? - Apakah mengejar kekayaan membuatku sedih? - Apakah aku akan mengorbankan prinsip untuk mendapatkan uang lebih banyak? (akuinginsukses.com)
1. Belajar untuk Menghargai Kehidupan Sederhana
Tujuan hidup bukan untuk mengakumulasi sebanyak mungkin harta benda dan kekayaan. Kita harus belajar untuk puas dengan apa yang kita miliki dan menghargai keuntungan dari hidup sederhana. Sebagai contoh, Jika kita membereskan kekacauan yang tidak perlu, maka kita akan mendapatkan perasaan yang lega dan bebas. Jika Anda merasa kebahagian berhubungan langsung dengan kemilikan harta benda, maka Anda sudah melakukan kesalahan. Kebahagiaan bisa didapat hanya dengan merasa cukup dengan harta benda yang sedikit. Kekayaan kita tidak hanya sekedar apa yang kita miliki, tapi dengan merasa cukup dengan apa yang kita tidak miliki.
2. Jangan Terikat dengan Uang Anda
Apakah menggunakan uang Anda membuat Anda merasa terbebani walaupun itu untuk sesuatu yang berguna? Bahkan orang seperti Bill Gates pun bisa merasa tidak tenang menghabiskan uangnya yang bermilyar-milyar. Sering dikatakan bahwa Beliau selalu bepergian menggunakan kelas ekonomi karena dia menganggap dia tidak perlu menghabiskan uangnya pada kelas pertama. Masalahnya adalah, jika kita selalu enggan untuk menggunakan uang kita, kita sudah melupakan apa gunanya kita mencari uang.
Sikap yang baik adalah melihat uang sebagai alur sirkuler, yaitu menggunakan uang memungkinkan kita untuk memperoleh uang lebih banyak yang datang untuk kehidupan kita. Ini bukan seperti bendungan dimana kita harus terus menampung semuanya. Kita harus merelakan uang itu pergi untuk digunakan pada sesuatu yang berguna. Bukanlah hal yang baik jika kita memiliki timbunan air kecuali kita gunakan untuk menghasilkan tenaga, sama seperti itu, tidak ada gunanya kita mengumpulkan tabungan yang besar jumlahnya jika kita merasa sedih untuk menggunakannya.
3. Kurangi Kecemasan Akan Uang
Kita akan merasa sangat bahagia jika kita mampu membuat uang menjadi bagian kecil dari hidup kita, dan berpikir masalah keuangan sekecil mungkin. Untuk dapat melakukan ini kita harus menghindari membuat situasi berhutang, dimana keluar dari hutang bisa menjadi sulit dan membuat stress.
Belajarlah untuk hidup dengan cara menghindari hidup boros. Jika Anda memerlukan hutang, rencanakan dengan matang dan carilah pinjaman yang jelas dan bisa kita atur pembayarannya. Cobalah untuk menghindari rencana investasi yang rumit dan beresiko, hal ini mungkin bisa memberikan peluang untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, tapi Anda juga akan menghadapi kemungkinan Anda akan kehilangan lebih banyak.
Rencana finansial yang baik haruslah simpel dan seimbang, ini berarti saraf-saraf Anda tidak akan terpengaruh dengan mencemaskan apa hasil dari investasi Anda. Akan lebih baik jika menginvest dan menabung pada sesuatu yang lebih aman sehingga Anda bisa melupakannya dan tidak perlu cemas terus.
4. Hindari Kecemburuan
Walaupun sebanyak apapun uang yang Anda miliki, apakah Anda masih tetap iri pada orang-orang yang memiliki lebih banyak? Hasil survei baru-baru ini menanyakan apakah orang-orang lebih ingin memiliki gaji diatas rata-rata nasional, atau mereka bisa memilih memiliki gaji yang lebih tinggi tapi gaji ini lebih rendah dari rata-rata.
Hasil yang mengejutkan dimana sejumlah orang memilih untuk memiliki gaji yang lebih kecil selama itu berarti mereka secara relatif lebih baik dibanding sisa populasi yang ada. Ini tidak masuk akal. Jika orang lain menjadi lebih kaya daripada Anda, itu bukan menjadi alasan untuk tidak bahagia. Jika orang lain makmur itu hal yang baik, kita tidak perlu merasa sedih hanya karena kita tidak mampu mengikuti mereka.
5. Janganlah Hidup Untuk Bekerja
Apakah Anda bekerja lembur di malam hari dan pada akhir pekan? Jika Anda menghabiskan waktu Anda untuk bekerja, Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk menggunakan pendapatan Anda. Jangan merasa bersalah jika Anda menolak kerjaan ekstra, sangatlah penting untuk memiliki waktu luang dengan prioritas yang sama tingginya dengan bekerja.
Adalah hal yang baik jika kita bisa mendapatkan kepuasan dari pekerjaan, tapi jika kita menghabiskan waktu untuk bekerja maka hidup kita kurang seimbang.
6. Memahami Kenapa Sebagian Orang Selalu Miskin
Saya yakin bahwa hampir semua orang memiliki teman baik yang selalu memiliki masalah keuangan. Apapun yang terjadi mereka selalu kekurangan uang dan mereka sering berbagi cerita mengenai duka cita finansial mereka.
Tidak adanya uang membuat mereka tidak bahagia, tapi mereka tidak tahu bagaimana untuk merubah situasi tersebut. Memberikan mereka uang tidak akan menjadi solusi yang baik karena mereka terus melakukan keputusan finansial yang salah. Salah satu bagian masalah mereka terletak pada mindset mereka. Sangatlah mudah untuk terbiasa menjadi miskin dan sedikit mengharapkan kemiskinan tersebut untuk berlanjut.
Dengan mindset seperti ini, akan menjadi sulit untuk memikat uang datang pada kehidupan kita dan mudah untuk membangun rasa penyesalan dan mengkasihani diri sendiri. Walaupun mungkin kita tidak beruntung, hal tersebut tidak akan menyelesaikan situasi tersebut. Rahasianya adalah untuk mencoba dan merubah kebiasaan kita dan mendekatkan pada uang. Dan waspadalah untuk merubah orang lain untuk memiliki kebiasaan finansial yang lebih baik, karena itu dijamin akan gagal.
7. Ketidaksadaran Bukanlah Kebahagiaan
Sikap lain untuk memikat uang adalah mencoba dan menghindari untuk memikirkannya. Kita abaikan tingkat hutang kita, pengeluaran dan meninggalkan tagihan yang belum terbayarkan. Kita secara rutin kehilangan untuk mendapatkan penawaran finansial yang lebih baik dan terlambat membayar yang akan merusak penilaian kredit kita.
Dengan mengabaikan uang seperti ini, kita hanya membuat masalah yang serius di masa yang akan datang. Dan ketika kita mengabaikan untuk berurusan dengan masalah finansial, maka kita sudah membawa masalah itu pada pikiran kita. Kita tidak akan memiliki pikiran yang tenang karena kita secara permanen memiliki daftar hal-hal yang harus kita selesaikan. Akan lebih baik jika dalam keadaan seperti ini kita secara cepat menyelesaikan masalah tersebut dengan membayar tagihan-tagihan dan memilah rekening Anda, setelah itu kita baru bisa melupakannya.
8. Membangun Perspektif Baru
Di bawah ini adalah pertanyaan yang menyangkut uang yang harus ditanyakan pada diri Anda sendiri :
- Apakah aku senang dengan situasi finansialku saat ini? - Apakah dengan memiliki uang yang lebih banyak akan membuat hidupku menjadi lebih baik? - Apakah aku selalu memiliki masalah keuangan dikepalaku? - Apakah uang merupakan hal yang terpenting dalam hidupku? - Apakah mengejar kekayaan membuatku sedih? - Apakah aku akan mengorbankan prinsip untuk mendapatkan uang lebih banyak? (akuinginsukses.com)
9 Kesalahan Tentang Uang Yang Harus Dihindari
Kehidupan keuangan anda saat ini, adalah akibat dari perilaku-perilaku yang anda lakukan secara berulang-ulang. Saya disini berbicara tentang kehidupan keuangan yang negatif.
Padahal kehidupan keuangan mempunyai dampak yang luar biasa besar terhadap kehidupan anda secara keseluruhan. Banyak sekali orang terperangkap dalam kesalahan-kesalahan keuangan yang sama. Berita baiknya, jika anda dapat mengenali dan mengeliminasi kesalahan-kesalahan ini, hal tersebut adalah langkah pertama menuju kemandirian keuangan anda.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam keuangan yang perlu anda hindari :
1. Pengeluaran Berdasarkan Kata Hati
Sumber hutang pribadi terbesar adalah pengeluaran yang melebihi hal-hal yang anda butuhkan. Jangan pergi berbelanja jika anda sedang merasa bosan di rumah, sebab anda akan membeli barang-barang yang sebetulnya tidak anda butuhkan / jarang anda pergunakan.
Jika anda mempunyai kecendrungan untuk selalu menuruti kata hati anda, cobalah untuk membuat rencana yang matang terhadap barang-barang yang memang perlu anda beli dan barang-barang yang perlu anda hindari. Jika anda betul-betul menginginkan sesuatu, anda dapat kembali di lain hari – intinya bersabarlah ketika berbelanja.
2. Tergoda oleh Teknik-Teknik Para Penjual
Perusahaan-perusahaan besar mencoba banyak trik untuk mengajak kita membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Ya, itulah marketing. Sebagai contoh, jangan tergoda oleh barang-barang yang di-discount sampai dengan 70%; bukan karena barang tersebut sedang sale lalu anda berpikiran harga tersebut adalah harga yang sangat bagus dan anda perlu membelinya.
Jangan tergoda oleh promosi membeli 2 gratis 1; sebaliknya lihatlah barang-barang yang anda miliki saat ini, mulailah menghitung berapa banyak dari barang-barang tersebut yang jarang anda pergunakan. Jika anda merasa tidak nyaman oleh perilaku para salesman, pergilah menjauh segera – Jika anda betul-betul menginginkan barang tersebut, anda bisa datang lagi suatu saat.
3. Tidak Pernah Mengecek Harga yang Lebih Murah
Untuk item-item tertentu seperti asuransi atau hipotek misalnya, perusahan-perusahaan mengambil keuntungan dari loyalitas konsumen dengan memberikan harga yang tinggi. Keengganan konsumen untuk berpindah ke perusahaan lain ini dalam bahasa inggris disebut customer inertia. Sebagai contoh, orang-orang berpikir terlalu banyak birokrasi yang harus mereka lewati jika ingin memindahkan hipoteknya.
Padahal jika mereka mau menjalani proses tersebut, yaitu berpindah ke perusahaan hipotek lain yang lebih murah, mereka akan menghemat jumlah uang yang cukup besar. Saya mengambil sebuah perumpamaan : jika anda pergi berbelanja, maukah anda membeli sebuah barang yang sebetulnya mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda, namun memiliki harga 20% lebih mahal?
4. Tidak Memiliki Rencana Dalam Menabung
Memang benar jika di usia 20-an sulit bagi anda untuk menabung, karena biasanya anda telah lepas dari tanggung jawab orang tua dan penghasilan anda habis untuk keperluan hidup sehari-hari. Anda baru bisa mulai menabung setelah penghasilan anda dirasakan cukup. Namun jika saat itu datang, anda menemukan diri anda telah menginjak usia 50-an tanpa tabungan sama sekali. Menabung memerlukan suatu sikap paksaan pada diri sendiri. Jika anda memaksakan untuk menabung sejak usia dini meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, hal tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan, dan anda akan lebih produktif kelak. Kondisi keuangan anda pun dijamin akan jauh lebih baik di masa mendatang. Paksakan minimal 10% dari penghasilan anda disisihkan untuk ditabung.
5. Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Hidup
Banyak para milyuner yang memiliki sifat tidak pernah puas. Mereka selalu menginginkan lebih dan lebih. Hal yang paling menyakitkan mereka adalah jika mereka harus membelanjakan uangnya. Uang dan kekayaan bukanlah suatu hal yang buruk, namun mereka akan menjadi seperti itu jika kita mencintainya melebihi apapun didalam hidup. Hidup bukan hanya tentang mengumpulkan uang, anda perlu menjaga keseimbangan antara uang dan aspek-aspek kehidupan anda yang lain.
6. Membiarkan Uang Merusak Persahabatan Suatu kesalahan besar jika anda bergantung pada sahabat anda untuk menyelesaikan masalah keuangan yang anda hadapi, apalagi jika anda membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Banyak kasus persahabatan yang hancur hanya gara-gara masalah uang. Jangan nodai persahabatan yang telah anda bangun dengan susah payah dengan urusan pinjam meminjam uang.
7. Tidak Memiliki Catatan Atas Keuangan Anda
Banyak orang tidak mengetahui seberapa banyak uang yang sudah mereka belanjakan atau hutang yang mereka miliki; yang mereka sadari adalah dompet mereka sudah kosong di akhir bulan. Ada baiknya jika anda mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran anda sehingga anda bisa lebih mengontrol lagi pos-pos mana yang perlu dihemat. Kondisi keuangan yang baik dimulai dengan menyadari kondisi keuangan anda saat ini.
8. Memperoleh Penilaian Kredit yang Merugikan
Telat dalam membayar pinjaman ke bank akan membuat anda terkena bunga dan denda, namun sebetulnya masalah yang lebih utama adalah anda akan terkena dampak yang merugikan terhadap penilaian kredit anda (credit rating). Akibatnya anda akan lebih sulit dalam memperoleh kredit di masa mendatang dan hal ini sangat mahal harganya, karena menyangkut nama baik anda.
Saya memiliki seorang rekan yang telah di-blacklist oleh salah satu bank penyedia kartu kredit. Ia saat ini kesulitan mengajukan kredit pemilikian rumah (KPR) ke bank manapun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bank-bank memiliki jaringan yang kuat satu sama lain, sehingga jika anda di-blacklist oleh salah satu bank, maka nama anda akan disebarkan ke bank-bank lainnya. Sebisa mungkin hindari telat membayar kredit apalagi tidak membayar sama sekali. Jika anda memang mengalami kesulitan, cobalah untuk datang baik-baik ke bank bersangkutan untuk membicarakan masalah keuangan anda.
9. Meminjam Uang Dengan Bunga Yang Tinggi
Jika anda terpaksa meminjam uang ke instansi keuangan, pastikan bahwa anda telah mendapatkan bunga yang terbaik atau rendah. Hindari meminjam uang dengan bunga diatas 17%, apalagi pinjaman dari kartu kredit. (akuinginsukses.com)
Padahal kehidupan keuangan mempunyai dampak yang luar biasa besar terhadap kehidupan anda secara keseluruhan. Banyak sekali orang terperangkap dalam kesalahan-kesalahan keuangan yang sama. Berita baiknya, jika anda dapat mengenali dan mengeliminasi kesalahan-kesalahan ini, hal tersebut adalah langkah pertama menuju kemandirian keuangan anda.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan dalam keuangan yang perlu anda hindari :
1. Pengeluaran Berdasarkan Kata Hati
Sumber hutang pribadi terbesar adalah pengeluaran yang melebihi hal-hal yang anda butuhkan. Jangan pergi berbelanja jika anda sedang merasa bosan di rumah, sebab anda akan membeli barang-barang yang sebetulnya tidak anda butuhkan / jarang anda pergunakan.
Jika anda mempunyai kecendrungan untuk selalu menuruti kata hati anda, cobalah untuk membuat rencana yang matang terhadap barang-barang yang memang perlu anda beli dan barang-barang yang perlu anda hindari. Jika anda betul-betul menginginkan sesuatu, anda dapat kembali di lain hari – intinya bersabarlah ketika berbelanja.
2. Tergoda oleh Teknik-Teknik Para Penjual
Perusahaan-perusahaan besar mencoba banyak trik untuk mengajak kita membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Ya, itulah marketing. Sebagai contoh, jangan tergoda oleh barang-barang yang di-discount sampai dengan 70%; bukan karena barang tersebut sedang sale lalu anda berpikiran harga tersebut adalah harga yang sangat bagus dan anda perlu membelinya.
Jangan tergoda oleh promosi membeli 2 gratis 1; sebaliknya lihatlah barang-barang yang anda miliki saat ini, mulailah menghitung berapa banyak dari barang-barang tersebut yang jarang anda pergunakan. Jika anda merasa tidak nyaman oleh perilaku para salesman, pergilah menjauh segera – Jika anda betul-betul menginginkan barang tersebut, anda bisa datang lagi suatu saat.
3. Tidak Pernah Mengecek Harga yang Lebih Murah
Untuk item-item tertentu seperti asuransi atau hipotek misalnya, perusahan-perusahaan mengambil keuntungan dari loyalitas konsumen dengan memberikan harga yang tinggi. Keengganan konsumen untuk berpindah ke perusahaan lain ini dalam bahasa inggris disebut customer inertia. Sebagai contoh, orang-orang berpikir terlalu banyak birokrasi yang harus mereka lewati jika ingin memindahkan hipoteknya.
Padahal jika mereka mau menjalani proses tersebut, yaitu berpindah ke perusahaan hipotek lain yang lebih murah, mereka akan menghemat jumlah uang yang cukup besar. Saya mengambil sebuah perumpamaan : jika anda pergi berbelanja, maukah anda membeli sebuah barang yang sebetulnya mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda, namun memiliki harga 20% lebih mahal?
4. Tidak Memiliki Rencana Dalam Menabung
Memang benar jika di usia 20-an sulit bagi anda untuk menabung, karena biasanya anda telah lepas dari tanggung jawab orang tua dan penghasilan anda habis untuk keperluan hidup sehari-hari. Anda baru bisa mulai menabung setelah penghasilan anda dirasakan cukup. Namun jika saat itu datang, anda menemukan diri anda telah menginjak usia 50-an tanpa tabungan sama sekali. Menabung memerlukan suatu sikap paksaan pada diri sendiri. Jika anda memaksakan untuk menabung sejak usia dini meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, hal tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan, dan anda akan lebih produktif kelak. Kondisi keuangan anda pun dijamin akan jauh lebih baik di masa mendatang. Paksakan minimal 10% dari penghasilan anda disisihkan untuk ditabung.
5. Menjadikan Kekayaan Sebagai Tujuan Hidup
Banyak para milyuner yang memiliki sifat tidak pernah puas. Mereka selalu menginginkan lebih dan lebih. Hal yang paling menyakitkan mereka adalah jika mereka harus membelanjakan uangnya. Uang dan kekayaan bukanlah suatu hal yang buruk, namun mereka akan menjadi seperti itu jika kita mencintainya melebihi apapun didalam hidup. Hidup bukan hanya tentang mengumpulkan uang, anda perlu menjaga keseimbangan antara uang dan aspek-aspek kehidupan anda yang lain.
6. Membiarkan Uang Merusak Persahabatan Suatu kesalahan besar jika anda bergantung pada sahabat anda untuk menyelesaikan masalah keuangan yang anda hadapi, apalagi jika anda membuatnya menjadi sebuah kebiasaan. Banyak kasus persahabatan yang hancur hanya gara-gara masalah uang. Jangan nodai persahabatan yang telah anda bangun dengan susah payah dengan urusan pinjam meminjam uang.
7. Tidak Memiliki Catatan Atas Keuangan Anda
Banyak orang tidak mengetahui seberapa banyak uang yang sudah mereka belanjakan atau hutang yang mereka miliki; yang mereka sadari adalah dompet mereka sudah kosong di akhir bulan. Ada baiknya jika anda mulai mencatat pengeluaran-pengeluaran anda sehingga anda bisa lebih mengontrol lagi pos-pos mana yang perlu dihemat. Kondisi keuangan yang baik dimulai dengan menyadari kondisi keuangan anda saat ini.
8. Memperoleh Penilaian Kredit yang Merugikan
Telat dalam membayar pinjaman ke bank akan membuat anda terkena bunga dan denda, namun sebetulnya masalah yang lebih utama adalah anda akan terkena dampak yang merugikan terhadap penilaian kredit anda (credit rating). Akibatnya anda akan lebih sulit dalam memperoleh kredit di masa mendatang dan hal ini sangat mahal harganya, karena menyangkut nama baik anda.
Saya memiliki seorang rekan yang telah di-blacklist oleh salah satu bank penyedia kartu kredit. Ia saat ini kesulitan mengajukan kredit pemilikian rumah (KPR) ke bank manapun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bank-bank memiliki jaringan yang kuat satu sama lain, sehingga jika anda di-blacklist oleh salah satu bank, maka nama anda akan disebarkan ke bank-bank lainnya. Sebisa mungkin hindari telat membayar kredit apalagi tidak membayar sama sekali. Jika anda memang mengalami kesulitan, cobalah untuk datang baik-baik ke bank bersangkutan untuk membicarakan masalah keuangan anda.
9. Meminjam Uang Dengan Bunga Yang Tinggi
Jika anda terpaksa meminjam uang ke instansi keuangan, pastikan bahwa anda telah mendapatkan bunga yang terbaik atau rendah. Hindari meminjam uang dengan bunga diatas 17%, apalagi pinjaman dari kartu kredit. (akuinginsukses.com)
Kamus Uang
Depinisi Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.(wikipedia.org)
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.(wikipedia.org)
Subscribe to:
Posts (Atom)