Baru-baru ini kisah penolakan dikemukakan penulis Kathryn Stockett yang novelnya, The Help, terjual lebih dari 5 juta kopi hingga tahun ini. The Help diterbitkan tahun 2009.
Stockett memulai menulis novel itu pada tahun 2001. Novel The Help selesai tahun 2006. Ia kemudian menawarkan naskahnya ke sejumlah penerbit melalui agen. Ternyata tawaran pertama ditolak. Ia mencoba merevisi dan beberapa bulan kemudian menawarkannya lagi pada beberapa agen lain. Hasilnya, masih ditolak. "Setidaknya ada 15 yang menolak," katanya.
Ia coba bertanya pada teman-temannya kira-kira apa yang membuat novel yang bercerita tentang pembantu kulit hitam di keluarga kulit putih tahun 1960-an ini tak menarik. Kebanyakan menghibur dan memintanya menulis novel lain. Padahal, menurut Stockett, ia tak akan membuat novel berikut kalau The Help belum diterbitkan.
Setelah itu ia mencoba menawarkannya lagi pada sejumlah agen. Namun masih saja ditolak. Itu berarti ia sudah mendapat 40 kali penolakan. Penasaran dengan penolakan-penolakan itu, ia kemudian mengikuti sejumlah simposium yang diikuti beberapa penulis sukses dan mencari tahu apa rahasia sukses mereka. "Tetap berjuang, jangan menyerah. Saya saja ditolak 14 kali sebelum novel saya diterbitkan," kata penulis itu.
Stockett malah mencibir pada dirinya sendiri. Sebanyak 14 kali penolakan itulah yang wajar, padahal ia mendapat 40 kali penolakan? Namun ia tetap bertahan, ia harus terus bejuang. Memperbaikinya kalau perlu dan mencari agen atau penerbit baru yang mungkin bersedia menerbitkannya. Atas kengototan itu teman-temannya sudah memberinya nasihat agar tak perlu bergantung pada novel itu. Namun Stockett tetap yakin, The Help novel yang bagus dan layak diterbitkan.
Ia kemudian memperbaikinya di sana-sini. Begitu sibuknya dengan draft buku itu, sampai-sampai menjelang kelahiran anak pertamanya ia masih memegang draft. Ketika didorong menuju tempat persalinan, seorang perawat memintanya untuk tidak terus menerus membaca. Dan dengan menyesal akhirnya draft itu ia serahkan ke sang suami.
Lima hari setelah kelahiran anaknya, Stockett menginap di hotel dan langsung mengetik untuk memperbaiki The Help. Setelah itu ia menawarkan novel itu ke sejumlah agen. "Akhirnya saya mendapat penolakan yang ke-60," katanya.
Namun tawarannya yang ke-61 mendapat respon baik. Agen yang bernama Susan Ramer, bersedia menawarkanThe Help ke penerbit Amy Einhorn Books. Tahun 2009 akhirnya novel itu terbit dan menjadi novel best-seller di Amerika.
"Novel itu terbit setelah melalui proses lima tahun menulis, tiga setengah tahun mengalami 60 penolakan," katanya. "Karena itu, jangan malu menerima penolakan apakah itu naskah buku, lagu, lukisan, karya tari, dan sebagainya. Jangan biarkan hasil karya itu terkunci di peti mati karena hal itu tak akan menjadikan apa-apa. Lebih baik berikan pada obsesi Anda," katanya memberi nasihat. Nasihat yang luar biasa!
sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/4226/Kathryn_Stockett_-_60_Kali_Ditolak/
Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts
Monday, June 10, 2013
Sunday, June 9, 2013
Operasi Badai Uang
Brak.....tiba-tiba meja dipukul dengan keras. Suasana menjadi mendadak hening seketika. Semua diam, serentak mulut terkunci. Tak satu pun yang mau berbicara. "Dasar brengsek" kata Masruli. "Kemana dia" Ditunggu dari tadi belum juga datang".
Tidak terdengar apapun, kecuali hanya suara detakan jarum jam yang menempel di dinding. Jam berbentuk bulan dengan angka-angka romawi itu memecahkan kesunyian.
"Ryan...kemana si Basri, kok belum datang juga?" Tanya Masruli dengan suara sedikit bernada tinggi. Matanya tajam mengarah ryan yang duduk persis di depan Masruli, di ujung meja. Wajah Ryan terlih sedikit malu, dan ketakutan, "aku ingin tahu hasilnya. "Sudah berapa orang yang didata lewat dia?". "Orang lain sudah memasukkan data kebagian statsitik, eh dia tenag-tenang saja tanpa merasa bersalah. Paling besar dia sudah menghabiskan uang."
Ruangan yang luasnya sekitar 7 x 7 meter persegi, dengan warna dinding abu-abu di lantai 3 itu, udaranya cukup sejuk, karena menggunakan AC. Di dalam ruangan itu terdiri dari Masruli sendiri. Duduk disampingnya, Dr. Jonathan, seorang konsultan politik, yang di mintai bantuannya oleh Masruli sebagai konsultan kemenangan untuk merebut kursi bupati bagi anaknya yang saat ini menjadi salah satu kandidat pasangan calon bupati.
Meja didalam ruangan itu di pola berbentuk o, dimana bangku sekelilingnya yang mengitari meja tersebut duduk banyak orang, ada 60 orang. Terlihat juga satu orang, yang duduk di samping kana Masruli, memegang laptop. Rupanya ia kebagian tugas khusus mencatat data hasil kerja semua yang berkumpul ruang ini.
30 orang dari mereka rupanya para kepala desa dari berbagai wilayah desa yang ada di kabupaten Bekasi.
"Baik, kita lanjutkan."Kata Masruli. Ini mungkin sekedar perhatian buat kita semua. Saya menghabiskan uang banyak hingga hari ini. Di antara, kita salah satunya sudah belum memasukkan data." Maruli berhenti sejenak. Keadaan masih hening, semua mendengarkan apa yang sedang di sampaikan Masruli. Setelah menarik napas, masruli melanjutka biaca,"Saya ucapkan terima kasih, kepada semua kepala desa yang saat ini hadir memenuhi undangan saya. Sebagaimana kita biasa bertemu dalam bisnis maupun urusan lainnya, kali ini saya sengaja mengundang bapak-bapak untuk hadir disini.Buat kami kedatangan bapak sangat penting. Adapun tujuan saya mengundang bapak-bapak, saya mohon bantuannya untuk mengerahkan semua kekuatan bapak, khususnya dengan jabatan bapak-bapak, mitra-mitra bapak, dan mungkin orang-orang yang pernah mendukung bapak-bapak saat pemilihan kepala desa, untuk dilibatkan kembali dalam pemenangan anak saya. Bila di desa bapak-bapak menang, seperti biasa bila bapak mencalonkan diri lagi menjadi keapa des, saya akan bantu lagi, modal untuk bapak-bapak, berapapun yang bapak butuhkan." Kata Marlui berbicara panjang lebar.
"Sebelumnya, saya mohon maaf, tadi sempat emosi, masalahnya beberapa hari ini saya merasa kesal oleh, justru orang dekat saya, yang sudah seminggu ini saya hubungi susah sekali nyambung. Telponnya mati, dan orangnya tikak mengabari saya. Saya sudah percayakan uang sekitar 200 juta, untuk bergerak sementara waktu, di desanya. Namun hingga sekarang"Maruli menengokan wajahnya dan memandangke arah Sardi,"belum memberikan data."
"Rencananya, kumpul seperti sekarang ini, mungkin ini yang terakhir kalinya, nanti kita ketemu lagi di desa masing-masing. Hanya saja untuk koordinasi dan laporan perkembangan, bisa langsung ke sekretariat internet kita." Pembicaraan berhentis senak untuk menghela napas. Kemudian Masruli mnengok ke arah kiri, matanya tertuju ke Dr.Jonathan yang ada di sampingnya. "Baiklah, untuk strategi mungkin akan saya serahkan kepada Dr. Jonathan untuk menyampaikannya, silahkan pak."
Dr. Jonathan, lulusan ahli politik luarr negir, yang pernah menjadi konsultan kemenengan beberpa kali untuk pemenangan bupai daerak Kuninga, bapnten, Waklkota srang, walikota cmahi, wali kota badungg , dsb. Pengamalammna memang diakui sudah leih dari 30 kali berhaiil memenagkan pemilu.
Dr. Jinathan mengawali pemvicaraannya dengan mebucap salam. Dan menyampaikan bebra kata pembuka. "Saya berharap, apa yang sudah kta bicarkan mengenai strategi dan pola penjaringan masa, pada pertemuan sebeumnya, mohon lebih dipertajam lagi, apalagi waktu semakin dekat. Sekarang mungkin kita diam-diam saja, biarkan rorang melihat kita tidak ada gerakkanya dibawah padahal, nanti dimalam H. Kita alkukan sesuai rencana. Kita lakukan Operasi badai uang, sebagaimana rencana yang sudah kita bahas."
23 kecamatan dan 187 desa.
Tidak terdengar apapun, kecuali hanya suara detakan jarum jam yang menempel di dinding. Jam berbentuk bulan dengan angka-angka romawi itu memecahkan kesunyian.
"Ryan...kemana si Basri, kok belum datang juga?" Tanya Masruli dengan suara sedikit bernada tinggi. Matanya tajam mengarah ryan yang duduk persis di depan Masruli, di ujung meja. Wajah Ryan terlih sedikit malu, dan ketakutan, "aku ingin tahu hasilnya. "Sudah berapa orang yang didata lewat dia?". "Orang lain sudah memasukkan data kebagian statsitik, eh dia tenag-tenang saja tanpa merasa bersalah. Paling besar dia sudah menghabiskan uang."
Ruangan yang luasnya sekitar 7 x 7 meter persegi, dengan warna dinding abu-abu di lantai 3 itu, udaranya cukup sejuk, karena menggunakan AC. Di dalam ruangan itu terdiri dari Masruli sendiri. Duduk disampingnya, Dr. Jonathan, seorang konsultan politik, yang di mintai bantuannya oleh Masruli sebagai konsultan kemenangan untuk merebut kursi bupati bagi anaknya yang saat ini menjadi salah satu kandidat pasangan calon bupati.
Meja didalam ruangan itu di pola berbentuk o, dimana bangku sekelilingnya yang mengitari meja tersebut duduk banyak orang, ada 60 orang. Terlihat juga satu orang, yang duduk di samping kana Masruli, memegang laptop. Rupanya ia kebagian tugas khusus mencatat data hasil kerja semua yang berkumpul ruang ini.
30 orang dari mereka rupanya para kepala desa dari berbagai wilayah desa yang ada di kabupaten Bekasi.
"Baik, kita lanjutkan."Kata Masruli. Ini mungkin sekedar perhatian buat kita semua. Saya menghabiskan uang banyak hingga hari ini. Di antara, kita salah satunya sudah belum memasukkan data." Maruli berhenti sejenak. Keadaan masih hening, semua mendengarkan apa yang sedang di sampaikan Masruli. Setelah menarik napas, masruli melanjutka biaca,"Saya ucapkan terima kasih, kepada semua kepala desa yang saat ini hadir memenuhi undangan saya. Sebagaimana kita biasa bertemu dalam bisnis maupun urusan lainnya, kali ini saya sengaja mengundang bapak-bapak untuk hadir disini.Buat kami kedatangan bapak sangat penting. Adapun tujuan saya mengundang bapak-bapak, saya mohon bantuannya untuk mengerahkan semua kekuatan bapak, khususnya dengan jabatan bapak-bapak, mitra-mitra bapak, dan mungkin orang-orang yang pernah mendukung bapak-bapak saat pemilihan kepala desa, untuk dilibatkan kembali dalam pemenangan anak saya. Bila di desa bapak-bapak menang, seperti biasa bila bapak mencalonkan diri lagi menjadi keapa des, saya akan bantu lagi, modal untuk bapak-bapak, berapapun yang bapak butuhkan." Kata Marlui berbicara panjang lebar.
"Sebelumnya, saya mohon maaf, tadi sempat emosi, masalahnya beberapa hari ini saya merasa kesal oleh, justru orang dekat saya, yang sudah seminggu ini saya hubungi susah sekali nyambung. Telponnya mati, dan orangnya tikak mengabari saya. Saya sudah percayakan uang sekitar 200 juta, untuk bergerak sementara waktu, di desanya. Namun hingga sekarang"Maruli menengokan wajahnya dan memandangke arah Sardi,"belum memberikan data."
"Rencananya, kumpul seperti sekarang ini, mungkin ini yang terakhir kalinya, nanti kita ketemu lagi di desa masing-masing. Hanya saja untuk koordinasi dan laporan perkembangan, bisa langsung ke sekretariat internet kita." Pembicaraan berhentis senak untuk menghela napas. Kemudian Masruli mnengok ke arah kiri, matanya tertuju ke Dr.Jonathan yang ada di sampingnya. "Baiklah, untuk strategi mungkin akan saya serahkan kepada Dr. Jonathan untuk menyampaikannya, silahkan pak."
Dr. Jonathan, lulusan ahli politik luarr negir, yang pernah menjadi konsultan kemenengan beberpa kali untuk pemenangan bupai daerak Kuninga, bapnten, Waklkota srang, walikota cmahi, wali kota badungg , dsb. Pengamalammna memang diakui sudah leih dari 30 kali berhaiil memenagkan pemilu.
Dr. Jinathan mengawali pemvicaraannya dengan mebucap salam. Dan menyampaikan bebra kata pembuka. "Saya berharap, apa yang sudah kta bicarkan mengenai strategi dan pola penjaringan masa, pada pertemuan sebeumnya, mohon lebih dipertajam lagi, apalagi waktu semakin dekat. Sekarang mungkin kita diam-diam saja, biarkan rorang melihat kita tidak ada gerakkanya dibawah padahal, nanti dimalam H. Kita alkukan sesuai rencana. Kita lakukan Operasi badai uang, sebagaimana rencana yang sudah kita bahas."
23 kecamatan dan 187 desa.
Tuesday, April 30, 2013
Misteri Pembunuhan Di Zona Segi Lima
Dari banyak dugaan yang mengarah ke beberapa orang ternyata oleh sang Detektif Mr. Sun, sang pembunuh itu terkuak. Pelaku dari semua itu ternyata Oknum PNS yang kemana-mama bareng kepala BKD.
Awalnya :
TARKIM---Doriman (Pengusaha Besar & Terkaya Dibekasi). Ijin Peruntukan Lahan Kawasan
BKD------Boris (Kepala Preman). Istrinya tidak masuk PNS, uang 100jt tidak kembali, yg masuk kakanya Istri kepala BKD.
BPPT---Persaingan rebutan jabatan.
Binamarga----Rebutan Penentuan Tender Proyek.
Dinas Kesehatan-----Selamat, pelaku keburu tertangkap.
Motif pelaku = Kesal, Cemburu, Balas Dendam.
TARKIM --- Penghinaan berkali-kali, Pelaku pernah dijadikan kambing hitam
BKD --- Istrinya kepergok berkelai-kali berselingkuh
BPPT --- Mencekik harga perijinan perusahaan ayahnya
BINAMARGA --- Rumahnya tidak ada jalan karena digali sangat dalam. Pasalnya tidak memberikan tanah untuk jalan umum.
Dinas KEsehatan --- Menyimpulkan semua pejabat kepala sama. akhirnya berencana menghabisi semua pejabat tingkat kepala.
Karakter Pelaku :
Pendiam, jarang bicara, cerdas
Latar Belakang Pelaku:
Pernah ikut aliran tertentu, disana salah satunya diberikan latihan perang, rekayasa peristiwa, dan taktik penyelamatan diri.
Pernah Aktif di Organisasi Peduli Rakya Miskin.
Awalnya :
TARKIM---Doriman (Pengusaha Besar & Terkaya Dibekasi). Ijin Peruntukan Lahan Kawasan
BKD------Boris (Kepala Preman). Istrinya tidak masuk PNS, uang 100jt tidak kembali, yg masuk kakanya Istri kepala BKD.
BPPT---Persaingan rebutan jabatan.
Binamarga----Rebutan Penentuan Tender Proyek.
Dinas Kesehatan-----Selamat, pelaku keburu tertangkap.
Motif pelaku = Kesal, Cemburu, Balas Dendam.
TARKIM --- Penghinaan berkali-kali, Pelaku pernah dijadikan kambing hitam
BKD --- Istrinya kepergok berkelai-kali berselingkuh
BPPT --- Mencekik harga perijinan perusahaan ayahnya
BINAMARGA --- Rumahnya tidak ada jalan karena digali sangat dalam. Pasalnya tidak memberikan tanah untuk jalan umum.
Dinas KEsehatan --- Menyimpulkan semua pejabat kepala sama. akhirnya berencana menghabisi semua pejabat tingkat kepala.
Karakter Pelaku :
Pendiam, jarang bicara, cerdas
Latar Belakang Pelaku:
Pernah ikut aliran tertentu, disana salah satunya diberikan latihan perang, rekayasa peristiwa, dan taktik penyelamatan diri.
Pernah Aktif di Organisasi Peduli Rakya Miskin.
Gambaran Besar Novel Zona Segi Lima
Sudah 4 kepala dinas yang mati berturut-turut dengan jarak kematian antar satu dengan lainnya hampir sama. Meskipun cara pembunuhannya berbeda, namun dari semua kasus itu ada satu jejak yang hampir sama yakni ada pesan yang ditulis di sebuah kertas yang dimasukkan kedalam plastik es, dimana kata-kata-nya sama kemudian disusul dengan tanda panah dan 4 angka.
Pembunuhan berantai itu dilakukan dengan sangat cerda, canggih dan tanpa meninggalkan satupun jejak pelaku. Meskipun begitu sulit diungkap, namun pihak kepolisian yang menangani menduga bahwa pembunuhnya adalah orang yang sama, hanya saja sangat sulit untuk diendus siapa pelakunya.
Seorang agen rahasia yang sudah tidak dipungkiri kredibilasnya dalam menangani setiap kasus pembunuhan, tutn tangan. Setelah mempelajari semua rangakain pembunuhan itu. Maka muncul satu kesimpulan bahwa ternyata dari pesan itu, yang menjadi sasaran adalah para kepala dinas. Tanda panah itu menujukkan target pembunuhan berikutnya. Dan 4 angka setelah panah adalah nomor induk pegawai.
Benar saja....setelah terbunuhnya kepala dinas tarkim, kemudian kepala BKD meninggal. Dan kepala BKD memiliki nomor induk pegawai 1577. Kemudian disusul Kepala Badan Perijinan Terpadu BPPT yang meninggal tragis, dan ia memiliki nomor induk pegawai yang ujungnya 1526. Dst.
Pada saat pembunuhan kelima ini lah mulai terkuak siapa pelakukan.
Pembaca diajak untuk mencoba menduga-duga siapa pembunuh sebenarnya. Bagaimana ia melakukan pembunuhan berantai itu. Apa motifnya sehingga ia melakukan serangakain perbuatan keji itu. Dan bagaimana akhir ceritanya?
Kemungkinan Pertama : Pada saat itu memang semua yang terbunuh memiliki pandangan yang kontra terhadap Bupati yang masih menjabat yang saat itu maju kembali mencalon kan diri. Sementara sang Bupati tidak bisa berkutik untuk memecat jabatan tersebut mengingat ada kartu as yang dipegang oleh mereka.
Disini pembaca memiliki pandangan atas siapa pelakunya tertuju kepada konspirasi yang dilakukan Bupati.
Kemungkinan Kedua :
Semua kepala dinas yang terbunuh tersebut memang diakhir-akhir menjelang terbunuh pernah memiliki permasalahn dengan beberapa orang dang kasus yang masing-masing berbeda. Misalnya, Yang satu punya permasalah dengan salah seorang terkaya dikabupaten bekasi, seklaigus pengusaha besar, pak Doriman. Yang satu punya permasalah dengan orang yang katanya orang yang paling ditakuti oleh seluruh preman di kabupaten Bekasi. Punya anak buah yang sanggup disuruh apapun termasuk membunuh.
Disini pembaca melihat orang-orang tersebutlah yang mungkin pelakuknya. Namun pembaca bertanya juga, lantas bagaimana hingga ia punya pesan yang sama yang ditinggalkan di lokasi pembunuhan tersebut. Ini juga jadi pemikiran.
Atau ada orang lain yang menjadi pelakunya?
Pembunuhan berantai itu dilakukan dengan sangat cerda, canggih dan tanpa meninggalkan satupun jejak pelaku. Meskipun begitu sulit diungkap, namun pihak kepolisian yang menangani menduga bahwa pembunuhnya adalah orang yang sama, hanya saja sangat sulit untuk diendus siapa pelakunya.
Seorang agen rahasia yang sudah tidak dipungkiri kredibilasnya dalam menangani setiap kasus pembunuhan, tutn tangan. Setelah mempelajari semua rangakain pembunuhan itu. Maka muncul satu kesimpulan bahwa ternyata dari pesan itu, yang menjadi sasaran adalah para kepala dinas. Tanda panah itu menujukkan target pembunuhan berikutnya. Dan 4 angka setelah panah adalah nomor induk pegawai.
Benar saja....setelah terbunuhnya kepala dinas tarkim, kemudian kepala BKD meninggal. Dan kepala BKD memiliki nomor induk pegawai 1577. Kemudian disusul Kepala Badan Perijinan Terpadu BPPT yang meninggal tragis, dan ia memiliki nomor induk pegawai yang ujungnya 1526. Dst.
Pada saat pembunuhan kelima ini lah mulai terkuak siapa pelakukan.
Pembaca diajak untuk mencoba menduga-duga siapa pembunuh sebenarnya. Bagaimana ia melakukan pembunuhan berantai itu. Apa motifnya sehingga ia melakukan serangakain perbuatan keji itu. Dan bagaimana akhir ceritanya?
Kemungkinan Pertama : Pada saat itu memang semua yang terbunuh memiliki pandangan yang kontra terhadap Bupati yang masih menjabat yang saat itu maju kembali mencalon kan diri. Sementara sang Bupati tidak bisa berkutik untuk memecat jabatan tersebut mengingat ada kartu as yang dipegang oleh mereka.
Disini pembaca memiliki pandangan atas siapa pelakunya tertuju kepada konspirasi yang dilakukan Bupati.
Kemungkinan Kedua :
Semua kepala dinas yang terbunuh tersebut memang diakhir-akhir menjelang terbunuh pernah memiliki permasalahn dengan beberapa orang dang kasus yang masing-masing berbeda. Misalnya, Yang satu punya permasalah dengan salah seorang terkaya dikabupaten bekasi, seklaigus pengusaha besar, pak Doriman. Yang satu punya permasalah dengan orang yang katanya orang yang paling ditakuti oleh seluruh preman di kabupaten Bekasi. Punya anak buah yang sanggup disuruh apapun termasuk membunuh.
Disini pembaca melihat orang-orang tersebutlah yang mungkin pelakuknya. Namun pembaca bertanya juga, lantas bagaimana hingga ia punya pesan yang sama yang ditinggalkan di lokasi pembunuhan tersebut. Ini juga jadi pemikiran.
Atau ada orang lain yang menjadi pelakunya?
Cara Menulis Novel
Novel dalam penjelasan teori formal adalah sebuah karya fiksi yang ditulis secara naratif. Kata novel sendiri berasal dari bahasa Italia yaitu novelia yang berarti “sebuah kisah atau sepotong berita.”
Novel lebih panjang dan lebih komfleks dari cerpen. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kehidupan mereka sehari-hari dengan menitik beratkan pada “sisi yang aneh” dari naratif tersebut. Hal itu tentu dengan satu tujuan, bagaimana dalam kisah novel itu menjadi menarik untuk dibaca.
Setelah kita terbiasa menulis cerpen, biasanya ada keinginan menulis novel. Atau terkadang banyak juga yang belum terbiasa menulis cerpen, tetapi sudah kepingin menulis novel. Itu sah-sah saja dan tidak pernah ada larangannya. Hanya saja yang perlu diperhatikan, bahwa dalam menulis novel, kita sudah memahami minimal aturan main EYD (ejaan yang disempurnakan). Karena tentu sangat melelahkan bila kita sudah menulis begitu banyak kata, tetapi harus mengoreksi EYD yang berantakan.
Bagaimana Menulis Novel
Bagaimana memulai nulis novel? Pertanyaan ini mungkin terlintas bagi para penulis yang ingin menulis novel. Dan setiap penulis mungkin punya caranya sendiri. Namun berikut ini adalah cara menulis novel yang secara umum saya lakukan.
Sebenarnya menulis novel itu bisa dimulai dari menulis cerpen. Hanya saja dalam konsep menulis novel, cerpen akhirnya hanya menjadi sinopsis kecil dari perencanaan menulis novel. Namun apabila menulis novel tidak berangkat dari sebuah cerpen, kita bisa menyiapkan sinopsisnya, atau “garis besarnya” sebelum kita memulai menulis.
Garis besar atau sinopsis adalah keseluruhan cerita dari yang ingin kita tulis. Dan setelah kita membuat garis besarnya, ada lagi “poin besar” dari garis besar yang telah kita buat.
Poin besar inilah, yang akan membuat novel yang kita tulis jadi menarik. Karena dalam poin besar, banyak sub poin yang akan kita siapkan agar pembaca kita menyukai cerita yang kita tulis. Bukan hanya menarik dari segi konflik atau dramatisasinya, namun tujuan dari cerita dalam novel itu pun akhirnya di dapatkan oleh si pembaca.
Dalam menulis novel, dari garis besar yang telah dibuat, biasanya saya bedah sinopsis tersebut menjadi beberapa bab. Jadi dari pola seperti itu, saya sudah tahu bab satu saya bicara apa, bab dua bicara apa, dan seterusnya. Dari persiapan ini setiap bab pengayaannya pun sudah kita siapkan. Darimulai dramatisasinya, pembendaharaannya katanya, dan hal-hal lainnya.
Kreatif Menulis Novel
Kreatif dalam menulis novel, hal ini terkait erat dengan personal seorang novelis (panggilan untuk penulis novel). Dan untuk menjadi kreatif, kita bisa asah kepekaan jiwa kepengarangan kita dengan banyak membaca tekstual dan kontekstual.
Membaca tekstual adalah membaca buku-buku yang sudah banyak tersedia, sebagai modal dari wawasan pembendaharaan kata yang akan dilahirkan ketika kita menulis. Bahan bacaan inilah yang dapat mengantarkan kita menjadi penulis yang tidak gagap ketika kita menulis novel. Karena dengan banyak wawasan, kita jadi tahu banyak hal. Dan ini salah satu modal kreatifitas kita ketika akan menjadi penulis novel.
Membaca kontekstual adalah membaca lingkungan yang ada di sekitar. Hal ini berkaitan erat dengan kejelian dan kemampuan si pengarang dalam menyikapi dan menyerap apa yang terjadi di lingkungannya, sehingga menjadi pengetahuan yang membeku dalam ingatan, dan dengan kreatifitasnya bisa dijadikan bahan untuk tulisan.
Produktif Menulis Novel
Untuk menjadi penulis novel yang produktif, tidak beda dengan cara menulis cerpen yang produktif. Lakukan apa yang sudah dirancang, bukan sekadar diniatkan. Karena untuk produktif, harus dilakukan. Kalau kita sudah menyiapkan garis besar dari novel yang akan kita tulis, dan kita sudah menemukan poin besarnya, kreatifitas kita sudah ditempatkan untuk melahirkan ide tulisan, kita tinggal memulainya untuk menulis.
Mulai menulis, dengan kalimat awal yang bisa disiapkan terlebih dahulu, maupun dengan kalimat yang mengalir begitu saja. Karena kalau tidak dimulai, hingga kapanpun rancangan garis besar dan poin besar ini tidak akan terselesaikan tanpa memulainya untuk ditulis.
Halaman novel yang berjumlah ratusan itu tidak sertamerta bimsalabim menjadi sebegitu banyak tanpa ada kalimat awal, lembar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Kalau kita sudah memiliki garis besar dan poin besar untuk menulis novel, kita sudah memiliki tuntunan untuk melakukan dan menyelesaikan novel kita. Karena dalam garis besar itu kita bisa mengetahui, langkah-langkah mana saja yang harus kita siapkan dan kita lakukan.
Disiplin menulisnya, dengan meniatkan dan melakukan satu hari menulis novel yang ditulis minimal 5 halaman, sukur-sukur sampai 10 halaman. Bayangkan kalau satu hari minimal kita menulis 10 halaman, berarti satu bulan sudah 300 halaman. Dan kalau menjadi buku, itu tebalnya sudah sekitar 500 halaman. Jadi kalau kita menulis novel yang jadi bukunya sekitar 200-300 halaman, sebenarnya bisa kita kerjakan hanya dalam dua minggu dengan pola disiplin menuliskannya.
Dengan menuliskannya, terlepas selanjutnya ada koreksian atau editan, itu lain hal. Tetapi hal itu sudah membentuk kita menjadi penulis novel yang produktif.*** (Putra Gara) (Kompasiana.Com)
Novel lebih panjang dan lebih komfleks dari cerpen. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kehidupan mereka sehari-hari dengan menitik beratkan pada “sisi yang aneh” dari naratif tersebut. Hal itu tentu dengan satu tujuan, bagaimana dalam kisah novel itu menjadi menarik untuk dibaca.
Setelah kita terbiasa menulis cerpen, biasanya ada keinginan menulis novel. Atau terkadang banyak juga yang belum terbiasa menulis cerpen, tetapi sudah kepingin menulis novel. Itu sah-sah saja dan tidak pernah ada larangannya. Hanya saja yang perlu diperhatikan, bahwa dalam menulis novel, kita sudah memahami minimal aturan main EYD (ejaan yang disempurnakan). Karena tentu sangat melelahkan bila kita sudah menulis begitu banyak kata, tetapi harus mengoreksi EYD yang berantakan.
Bagaimana Menulis Novel
Bagaimana memulai nulis novel? Pertanyaan ini mungkin terlintas bagi para penulis yang ingin menulis novel. Dan setiap penulis mungkin punya caranya sendiri. Namun berikut ini adalah cara menulis novel yang secara umum saya lakukan.
Sebenarnya menulis novel itu bisa dimulai dari menulis cerpen. Hanya saja dalam konsep menulis novel, cerpen akhirnya hanya menjadi sinopsis kecil dari perencanaan menulis novel. Namun apabila menulis novel tidak berangkat dari sebuah cerpen, kita bisa menyiapkan sinopsisnya, atau “garis besarnya” sebelum kita memulai menulis.
Garis besar atau sinopsis adalah keseluruhan cerita dari yang ingin kita tulis. Dan setelah kita membuat garis besarnya, ada lagi “poin besar” dari garis besar yang telah kita buat.
Poin besar inilah, yang akan membuat novel yang kita tulis jadi menarik. Karena dalam poin besar, banyak sub poin yang akan kita siapkan agar pembaca kita menyukai cerita yang kita tulis. Bukan hanya menarik dari segi konflik atau dramatisasinya, namun tujuan dari cerita dalam novel itu pun akhirnya di dapatkan oleh si pembaca.
Dalam menulis novel, dari garis besar yang telah dibuat, biasanya saya bedah sinopsis tersebut menjadi beberapa bab. Jadi dari pola seperti itu, saya sudah tahu bab satu saya bicara apa, bab dua bicara apa, dan seterusnya. Dari persiapan ini setiap bab pengayaannya pun sudah kita siapkan. Darimulai dramatisasinya, pembendaharaannya katanya, dan hal-hal lainnya.
Kreatif Menulis Novel
Kreatif dalam menulis novel, hal ini terkait erat dengan personal seorang novelis (panggilan untuk penulis novel). Dan untuk menjadi kreatif, kita bisa asah kepekaan jiwa kepengarangan kita dengan banyak membaca tekstual dan kontekstual.
Membaca tekstual adalah membaca buku-buku yang sudah banyak tersedia, sebagai modal dari wawasan pembendaharaan kata yang akan dilahirkan ketika kita menulis. Bahan bacaan inilah yang dapat mengantarkan kita menjadi penulis yang tidak gagap ketika kita menulis novel. Karena dengan banyak wawasan, kita jadi tahu banyak hal. Dan ini salah satu modal kreatifitas kita ketika akan menjadi penulis novel.
Membaca kontekstual adalah membaca lingkungan yang ada di sekitar. Hal ini berkaitan erat dengan kejelian dan kemampuan si pengarang dalam menyikapi dan menyerap apa yang terjadi di lingkungannya, sehingga menjadi pengetahuan yang membeku dalam ingatan, dan dengan kreatifitasnya bisa dijadikan bahan untuk tulisan.
Produktif Menulis Novel
Untuk menjadi penulis novel yang produktif, tidak beda dengan cara menulis cerpen yang produktif. Lakukan apa yang sudah dirancang, bukan sekadar diniatkan. Karena untuk produktif, harus dilakukan. Kalau kita sudah menyiapkan garis besar dari novel yang akan kita tulis, dan kita sudah menemukan poin besarnya, kreatifitas kita sudah ditempatkan untuk melahirkan ide tulisan, kita tinggal memulainya untuk menulis.
Mulai menulis, dengan kalimat awal yang bisa disiapkan terlebih dahulu, maupun dengan kalimat yang mengalir begitu saja. Karena kalau tidak dimulai, hingga kapanpun rancangan garis besar dan poin besar ini tidak akan terselesaikan tanpa memulainya untuk ditulis.
Halaman novel yang berjumlah ratusan itu tidak sertamerta bimsalabim menjadi sebegitu banyak tanpa ada kalimat awal, lembar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Kalau kita sudah memiliki garis besar dan poin besar untuk menulis novel, kita sudah memiliki tuntunan untuk melakukan dan menyelesaikan novel kita. Karena dalam garis besar itu kita bisa mengetahui, langkah-langkah mana saja yang harus kita siapkan dan kita lakukan.
Disiplin menulisnya, dengan meniatkan dan melakukan satu hari menulis novel yang ditulis minimal 5 halaman, sukur-sukur sampai 10 halaman. Bayangkan kalau satu hari minimal kita menulis 10 halaman, berarti satu bulan sudah 300 halaman. Dan kalau menjadi buku, itu tebalnya sudah sekitar 500 halaman. Jadi kalau kita menulis novel yang jadi bukunya sekitar 200-300 halaman, sebenarnya bisa kita kerjakan hanya dalam dua minggu dengan pola disiplin menuliskannya.
Dengan menuliskannya, terlepas selanjutnya ada koreksian atau editan, itu lain hal. Tetapi hal itu sudah membentuk kita menjadi penulis novel yang produktif.*** (Putra Gara) (Kompasiana.Com)
Cara Menulis Novel Dalam 30 Hari
Bagaimana cara membuat novel yang memiliki energi besar dan bisa memberikan gairah bagi pembaca? Ini adalah garis besar bagi Anda dengan menggunakan metode 30 hari, sampai menjadi snapshot yang utuh. Setelah menyelesaikan ini semua, Anda harus merasa memiliki bakat untuk membuat buku novel.
Saya menerjemahkan sebuah artikel menarik: “How To Write a Book In 30 Days dari laman guardian. Artikel tersebut merupakan draft pertama dalam 30 Hari (Writer Digest Books) oleh Karen Wiesner yang sudah disempurnakan. Wiesner telah memiliki 90 buku yang diterbitkan dalam 14 tahun terakhir, dan telah memenangkan 124 penghargaan. Aktivitas terbarunya menulis Fiksi Series, dan akan dicetak menjadi buku pada Mei 2013.
Pedoman ini menurut penulisnya, setara dengan draft pertama naskah. Isinya sudah direvisi secara menyeluruh. Ini akan kelihatan setelah membaca semuanya ketika novel Anda selesai.
Dalam panduan ini, Anda akan bekerja dengan asumsi bahwa, draft pertama dari buku Anda bukanlah rancangan yang sepenuhnya telah utuh. Garis besar yang Anda buat selama 30 hari ke depan, akan menjadi fondasi baru.
Anda komitmen untuk metode 30-hari
Metode 30 hari membutuhkan banyak komitmen dari Anda sebagai penulis. Hal pertama yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang penulis produktif adalah disiplin diri. Metode ini mengharuskan Anda untuk mengabdikan diri. Sebab, tidak semua orang dapat menyelesaikan garis rancangan pertama, persis 30 hari pada saat percobaan. Tapi bukan berarti Anda tidak mencoba untuk melakukannya.
Metode ini, sama seperti metode yang lain. Membutuhkan jumlah latihan yang cukup. Semakin Anda menggunakan metode ini, semakin banyak menghabiskan waktu dan usaha untuk menguraikannya. Di masa depan Anda mungkin melihat itu. Memiliki sedikit waktu untuk menulis draft penuh pertama dari buku Anda.
Apakah berarti Anda telah gagal jika membutuhkan waktu 90 hari (bukan 30 hari) untuk membuat sebuah novel? Tentu saja tidak. Jika Anda membutuhkan waktu lebih atau kurang dari itu untuk melakukan langkah-langkah tertentu, dalam prosesnya Anda dapat menyesuaikan jadwal dengan mudah.
Metode ini, akan membuat Anda bekerja lebih keras dibandingkan dengan yang pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa orang akan menikmati tantangan menggunakan metode ini. Temukan apa yang bisa Anda lakukan dalam dalam jangka panjang, tidak hanya untuk saat ini saja. Bahkan, jika Anda menemukan 30 hari berikutnya yang sulit, itu akan lebih mudah sebagai pengalaman.
Memahami metode jadwal 30-hari
Perlu diketahui! Masing-masing dari enam tahap dalam metode 30 hari memiliki jadwal tersendiri. Jadwal individu dibahas panjang lebar di awal setiap bab. Jangan khawatir, jika Anda harus membiarkan diri, satu hari atau dua hari untuk beberapa tugas.
Ketika Anda telah akrab dengan metode 30 hari, akan lebih mudah menemukan untuk taat dengan jadwal. Langkah pertama untuk menciptakan garis yang komprehensif sangatlah kasar. Garis awal yang Anda buat ditahap pertama tidak akan berisi segalanya. Anda hanya akan mendapatkan dasar-dasarnya saja.
Dari setiap langkah Anda, akan mengembangkan rincian lebih lanjut setiap aspek dari buku. Garis besar Anda akan tumbuh untuk mencerminkan itu, ketika Anda menulis draft pertama buku, evaluasi kembali outline secara berkala.
Kreativitas dan garis
Penulis yang belum mencoba menguraikan sistem 30 hari, akan memiliki banyak pertanyaan. Apakah mungkin garis besar bisa menjadi fleksibel? Dapatkah memperhitungkan individualitas saya sebagai penulis? Dapatkah saya terus menjadi kreatif dengan menggunakan outline?
Dapatkah saya menggunakan outline untuk menulis setiap genre fiksi? Apakah dengan menggunakan garis besar, akan mengurangi juga jumlah penulisan ulang yang harus saya lakukan? Apakah dengan menggunakan garis besar, akan membawa saya sedikit waktu untuk menyelesaikan sebuah proyek dari awal sampai akhir?
Meskipun demikian, banyak orang yang mencari metode agar dalam cara menulis novel, menghapus sukacita menciptakan. Mereka ingin sesuatu yang merampingkan proses.
Garis besar yang belum begitu lengkap, sebenarnya memenuhi syarat sebagai draft pertama novel. Hal ini memungkinkan para penulis termasuk Anda melakukan sedikit pekerjaan, dan mengurangi jumlah konsep yang dibutuhkan. Bahkan ketika menciptakan hanya satu rancangan.
Snapshot ini dapat disesuaikan dan disusun kembali sampai halus dan kuat. Dengan merevisi garis komprehensif novel, Anda dapat merevisi 50 sampai 100 halaman. Bukan satu, dua, tiga atau bahkan empat kali revisi.
Panduan 30 hari mengajarkan Anda bagaimana bekerja lebih sistematis, disiplin diri, menjadi penulis produktif, tidak peduli genre Anda atau tingkat pengalaman yang dimiliki. Anda seorang individu, mungkin memiliki metode tersendiri untuk mendapatkan pembelajaran, sambil membantu menjelaskan visi tentang cerita sebelum mulai menulis sampai rancangan akhir yang penuh . (kompasiana.com)
Saya menerjemahkan sebuah artikel menarik: “How To Write a Book In 30 Days dari laman guardian. Artikel tersebut merupakan draft pertama dalam 30 Hari (Writer Digest Books) oleh Karen Wiesner yang sudah disempurnakan. Wiesner telah memiliki 90 buku yang diterbitkan dalam 14 tahun terakhir, dan telah memenangkan 124 penghargaan. Aktivitas terbarunya menulis Fiksi Series, dan akan dicetak menjadi buku pada Mei 2013.
Pedoman ini menurut penulisnya, setara dengan draft pertama naskah. Isinya sudah direvisi secara menyeluruh. Ini akan kelihatan setelah membaca semuanya ketika novel Anda selesai.
Dalam panduan ini, Anda akan bekerja dengan asumsi bahwa, draft pertama dari buku Anda bukanlah rancangan yang sepenuhnya telah utuh. Garis besar yang Anda buat selama 30 hari ke depan, akan menjadi fondasi baru.
Anda komitmen untuk metode 30-hari
Metode 30 hari membutuhkan banyak komitmen dari Anda sebagai penulis. Hal pertama yang Anda butuhkan untuk menjadi seorang penulis produktif adalah disiplin diri. Metode ini mengharuskan Anda untuk mengabdikan diri. Sebab, tidak semua orang dapat menyelesaikan garis rancangan pertama, persis 30 hari pada saat percobaan. Tapi bukan berarti Anda tidak mencoba untuk melakukannya.
Metode ini, sama seperti metode yang lain. Membutuhkan jumlah latihan yang cukup. Semakin Anda menggunakan metode ini, semakin banyak menghabiskan waktu dan usaha untuk menguraikannya. Di masa depan Anda mungkin melihat itu. Memiliki sedikit waktu untuk menulis draft penuh pertama dari buku Anda.
Apakah berarti Anda telah gagal jika membutuhkan waktu 90 hari (bukan 30 hari) untuk membuat sebuah novel? Tentu saja tidak. Jika Anda membutuhkan waktu lebih atau kurang dari itu untuk melakukan langkah-langkah tertentu, dalam prosesnya Anda dapat menyesuaikan jadwal dengan mudah.
Metode ini, akan membuat Anda bekerja lebih keras dibandingkan dengan yang pernah dilakukan sebelumnya. Beberapa orang akan menikmati tantangan menggunakan metode ini. Temukan apa yang bisa Anda lakukan dalam dalam jangka panjang, tidak hanya untuk saat ini saja. Bahkan, jika Anda menemukan 30 hari berikutnya yang sulit, itu akan lebih mudah sebagai pengalaman.
Memahami metode jadwal 30-hari
Perlu diketahui! Masing-masing dari enam tahap dalam metode 30 hari memiliki jadwal tersendiri. Jadwal individu dibahas panjang lebar di awal setiap bab. Jangan khawatir, jika Anda harus membiarkan diri, satu hari atau dua hari untuk beberapa tugas.
Ketika Anda telah akrab dengan metode 30 hari, akan lebih mudah menemukan untuk taat dengan jadwal. Langkah pertama untuk menciptakan garis yang komprehensif sangatlah kasar. Garis awal yang Anda buat ditahap pertama tidak akan berisi segalanya. Anda hanya akan mendapatkan dasar-dasarnya saja.
Dari setiap langkah Anda, akan mengembangkan rincian lebih lanjut setiap aspek dari buku. Garis besar Anda akan tumbuh untuk mencerminkan itu, ketika Anda menulis draft pertama buku, evaluasi kembali outline secara berkala.
Kreativitas dan garis
Penulis yang belum mencoba menguraikan sistem 30 hari, akan memiliki banyak pertanyaan. Apakah mungkin garis besar bisa menjadi fleksibel? Dapatkah memperhitungkan individualitas saya sebagai penulis? Dapatkah saya terus menjadi kreatif dengan menggunakan outline?
Dapatkah saya menggunakan outline untuk menulis setiap genre fiksi? Apakah dengan menggunakan garis besar, akan mengurangi juga jumlah penulisan ulang yang harus saya lakukan? Apakah dengan menggunakan garis besar, akan membawa saya sedikit waktu untuk menyelesaikan sebuah proyek dari awal sampai akhir?
Meskipun demikian, banyak orang yang mencari metode agar dalam cara menulis novel, menghapus sukacita menciptakan. Mereka ingin sesuatu yang merampingkan proses.
Garis besar yang belum begitu lengkap, sebenarnya memenuhi syarat sebagai draft pertama novel. Hal ini memungkinkan para penulis termasuk Anda melakukan sedikit pekerjaan, dan mengurangi jumlah konsep yang dibutuhkan. Bahkan ketika menciptakan hanya satu rancangan.
Snapshot ini dapat disesuaikan dan disusun kembali sampai halus dan kuat. Dengan merevisi garis komprehensif novel, Anda dapat merevisi 50 sampai 100 halaman. Bukan satu, dua, tiga atau bahkan empat kali revisi.
Panduan 30 hari mengajarkan Anda bagaimana bekerja lebih sistematis, disiplin diri, menjadi penulis produktif, tidak peduli genre Anda atau tingkat pengalaman yang dimiliki. Anda seorang individu, mungkin memiliki metode tersendiri untuk mendapatkan pembelajaran, sambil membantu menjelaskan visi tentang cerita sebelum mulai menulis sampai rancangan akhir yang penuh . (kompasiana.com)
Novel Zona Segi Lima
Ditengah gejolak yang semakin panas sekitar 2 tahun lagi menjelang perebutan kursi kepemimpinan di kabupaten Bekasi 2029, kisah ini tengah terjadi.
Ketika prosedur dan persahabat tak lagi berlaku, maka hukum rimba akan tiba. Inilah yang diungkap oleh Novel Zona Segi Lima.
Sudah 3 bulan tak terlihat kepala dinas tata ruang dan lingkungan masuk ruangannya. Beberapa kali saya menanyakan kepada anak buahnya kepala bidang juga mengatakan hal yang sama, bahwa atasannya sudah tiga bulan ini tidak pernah masuk.
Sebagian anak buahnya di dinas tata ruang sudah biasa menjawab dengan jawaban yang hampir mirip. Kemana kepala dinas? Jawabannya mirip-mirip. "Kepala dinas lagi keluar kota", Kepala dinas lagi melakukan peninjauan ke lapangan". Dst. Yang intinya adalah bahwa kepala dinas tidak ada diruangan. Seperti sudah janjian saja.
Besoknya ada kabar bahwa kepala dinas ditemukan oleh sekelompok pecinta alam yang sedang melakukan pendakian di gunung burangrang. Ia dalam kondisi terikat kedua tangannya kebelakang disatukan pada sebuah pohon dengan ukkuran diameter kira-kira 50 centimeter. Di pusarnya terdapat batok kelapa berisi penuh semut merah terikat ke pinggang. Tubuhnya sudah membiru tercium bau busuk cukup menyengat. ia meninggal secara tragis.
Usut-punya usut tiga bulan yang lalu, saat ia masih masuk kantor, memang pernah janjian dengan pak Doriman Salah seorang pengusaha besar yang katanya juga paling kaya di Bekasi. Namun menurut anak buahnya, ia sempat beradu mulut dengan pengusaha itu.
"Saya hanya mendengar dari saung sebelah ketika bapak mengadakan pertemuan di Saung Sunda di karawang bersama pak Doriman. Saya sempat mendengar bapak bersitegang, pernah juga sepintas mendengar, bapak menyebut-milyar kata milyar, dan juga kata ijin. Tapi tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dibicarakan." Ujar salah seorang anak buahnya yang PNS dan kebetulan saat itu memang ia sekaligus menjadi supir kepala dinas saat itu.
"Seminggu setelah itu Bapak masih terlihat masuk kantor, namun tidak seperti biasanya. Bapak terlihat salah tingkah, dan seperti orang gusar. Saya tidak tahu apa yang sedang bapak pikirkan, karena selama saya menemani bapak, tiak pernah kelihatan seperti yang dilakukannya tadi." Lanjutnya.
"Makanya ketika tiba-tiba terdengar kabar, baphwa bapak meninggal, saya sangat terpukul." Ujarnya dengan nada berat menahan sedih.
Dalam sebuah kertas kecil dibungkus plastik yang tergantung di ikatan tangan kepala dinas ada sebuah tulisan ancaman "awas, kalian bisa senasib.----->1577."
3 bulan setelah ditemukannya mayat kepala dinas tarkim. Terdengar lagi berita bahwa kepala BKD mengalami kecelakaan dahsyat. Mobilnya meledak didepan tempat ia melakukan pertemuan disebuah klaster diperumahan Indah Pratama. Mobilnya luluh lantah, Ia dengan salah seorang wanita di dalam mobil itu, meninggal dengan tubuh hangus terbakar.
Rumah yang dijadikan pertemuan itu sebuah rumah dua lantai. Setelah 4 hari semenjak musibah itu ditemukan satu buah amplop di bawah kardus yang tergeletak dipojok garasi yang bertumpuk dengan kain lap dan koran-koran bekas. Persis di samping tong sampah.
Di dalam amplop itu setelah diperiksa ada satu buah memoricard dan foto dimana kamera itu diletakkan. Di situ terdapat juga sebuah tulisan "awas, kalian bisa senasib.----->1526."
Di dalam sebuah rekaman terlihat kepala BKD masuk berdua dengan seorang wanita yang juga mengenakan seragam dinas. Keduanya sangat sering keluar masuk rumah itu, hampir setiap seminggu sekali. Rekaman itu kelihatannya mengambil gambar persis di depan rumah itu dengan jarak kira-kira 20 meter dari pagar rumah.
Ketika ditanya kepada rekan-rekan kerja di pemda, informasinya ternyata wanita cantik itu bukan istrinya melainkan anak buahnya yang meruakan salah satu pegawai BKD.
Tunggu kisah selengkapnya.
Siapa pelaku pembunuh keji kepala dinas?
Apa maskud dari tulisan dikertas yang dibungkus plastik yang tulisannya hampir sama dengan angka 4 nomor?
Apa motif pembunuhan itu?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab dalam novel "Zona Segi Lima" karya Sunaryo Saripudin. S.Pd,.
Novel ini diangkat dari fakta-fakta yang sulit diungkap kepermukaan menelanjangi praktek-praktek gelap di gedung pemerintahan. Praktek suap, perebutan penentuan tender dan perselingkuhan sangat tercium disana.
Novel ini mengambil setingan lokasi di Kabupaten Bekasi dimana penulis berdomisili. Diramu dari berbagai berita dimedia masa, buku-buku konspirasi, dan celetukkan candaan dan keluhan yang kebetulan langsung terdengar oleh penulis terkait kinerja para pejabat. Dikemas menjadi sebuah cerita yang mendebarkan penuh misteri, menjadikan mulut menganga dan mata terbelalak. Dan yang pasti sangat rugi bila tidak membacanya heeee.
Tunggu saja tanggal mainnya.
Ketika prosedur dan persahabat tak lagi berlaku, maka hukum rimba akan tiba. Inilah yang diungkap oleh Novel Zona Segi Lima.
Sudah 3 bulan tak terlihat kepala dinas tata ruang dan lingkungan masuk ruangannya. Beberapa kali saya menanyakan kepada anak buahnya kepala bidang juga mengatakan hal yang sama, bahwa atasannya sudah tiga bulan ini tidak pernah masuk.
Sebagian anak buahnya di dinas tata ruang sudah biasa menjawab dengan jawaban yang hampir mirip. Kemana kepala dinas? Jawabannya mirip-mirip. "Kepala dinas lagi keluar kota", Kepala dinas lagi melakukan peninjauan ke lapangan". Dst. Yang intinya adalah bahwa kepala dinas tidak ada diruangan. Seperti sudah janjian saja.
Besoknya ada kabar bahwa kepala dinas ditemukan oleh sekelompok pecinta alam yang sedang melakukan pendakian di gunung burangrang. Ia dalam kondisi terikat kedua tangannya kebelakang disatukan pada sebuah pohon dengan ukkuran diameter kira-kira 50 centimeter. Di pusarnya terdapat batok kelapa berisi penuh semut merah terikat ke pinggang. Tubuhnya sudah membiru tercium bau busuk cukup menyengat. ia meninggal secara tragis.
Usut-punya usut tiga bulan yang lalu, saat ia masih masuk kantor, memang pernah janjian dengan pak Doriman Salah seorang pengusaha besar yang katanya juga paling kaya di Bekasi. Namun menurut anak buahnya, ia sempat beradu mulut dengan pengusaha itu.
"Saya hanya mendengar dari saung sebelah ketika bapak mengadakan pertemuan di Saung Sunda di karawang bersama pak Doriman. Saya sempat mendengar bapak bersitegang, pernah juga sepintas mendengar, bapak menyebut-milyar kata milyar, dan juga kata ijin. Tapi tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dibicarakan." Ujar salah seorang anak buahnya yang PNS dan kebetulan saat itu memang ia sekaligus menjadi supir kepala dinas saat itu.
"Seminggu setelah itu Bapak masih terlihat masuk kantor, namun tidak seperti biasanya. Bapak terlihat salah tingkah, dan seperti orang gusar. Saya tidak tahu apa yang sedang bapak pikirkan, karena selama saya menemani bapak, tiak pernah kelihatan seperti yang dilakukannya tadi." Lanjutnya.
"Makanya ketika tiba-tiba terdengar kabar, baphwa bapak meninggal, saya sangat terpukul." Ujarnya dengan nada berat menahan sedih.
Dalam sebuah kertas kecil dibungkus plastik yang tergantung di ikatan tangan kepala dinas ada sebuah tulisan ancaman "awas, kalian bisa senasib.----->1577."
3 bulan setelah ditemukannya mayat kepala dinas tarkim. Terdengar lagi berita bahwa kepala BKD mengalami kecelakaan dahsyat. Mobilnya meledak didepan tempat ia melakukan pertemuan disebuah klaster diperumahan Indah Pratama. Mobilnya luluh lantah, Ia dengan salah seorang wanita di dalam mobil itu, meninggal dengan tubuh hangus terbakar.
Rumah yang dijadikan pertemuan itu sebuah rumah dua lantai. Setelah 4 hari semenjak musibah itu ditemukan satu buah amplop di bawah kardus yang tergeletak dipojok garasi yang bertumpuk dengan kain lap dan koran-koran bekas. Persis di samping tong sampah.
Di dalam amplop itu setelah diperiksa ada satu buah memoricard dan foto dimana kamera itu diletakkan. Di situ terdapat juga sebuah tulisan "awas, kalian bisa senasib.----->1526."
Di dalam sebuah rekaman terlihat kepala BKD masuk berdua dengan seorang wanita yang juga mengenakan seragam dinas. Keduanya sangat sering keluar masuk rumah itu, hampir setiap seminggu sekali. Rekaman itu kelihatannya mengambil gambar persis di depan rumah itu dengan jarak kira-kira 20 meter dari pagar rumah.
Ketika ditanya kepada rekan-rekan kerja di pemda, informasinya ternyata wanita cantik itu bukan istrinya melainkan anak buahnya yang meruakan salah satu pegawai BKD.
Tunggu kisah selengkapnya.
Siapa pelaku pembunuh keji kepala dinas?
Apa maskud dari tulisan dikertas yang dibungkus plastik yang tulisannya hampir sama dengan angka 4 nomor?
Apa motif pembunuhan itu?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab dalam novel "Zona Segi Lima" karya Sunaryo Saripudin. S.Pd,.
Novel ini diangkat dari fakta-fakta yang sulit diungkap kepermukaan menelanjangi praktek-praktek gelap di gedung pemerintahan. Praktek suap, perebutan penentuan tender dan perselingkuhan sangat tercium disana.
Novel ini mengambil setingan lokasi di Kabupaten Bekasi dimana penulis berdomisili. Diramu dari berbagai berita dimedia masa, buku-buku konspirasi, dan celetukkan candaan dan keluhan yang kebetulan langsung terdengar oleh penulis terkait kinerja para pejabat. Dikemas menjadi sebuah cerita yang mendebarkan penuh misteri, menjadikan mulut menganga dan mata terbelalak. Dan yang pasti sangat rugi bila tidak membacanya heeee.
Tunggu saja tanggal mainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
