Showing posts with label Buku Laris. Show all posts
Showing posts with label Buku Laris. Show all posts

Monday, June 10, 2013

7 Penulis Dengan Nama Samaran

1.George Orwell George Orwell adalah seseorang berkebangsaan Inggris yang lahir di India. Meski berdarah Inggris, ia sangat membenci imperialisme. Ia sudah bekerja di usianya yang masih muda sebagai polisi kekaisaran. Hal itu terpaksa ia lakukan karena orang tuanya tak sanggup membiayai kuliahnya saat itu. George Orwell selama hidupnya terkenal sebagai jurnalis sastra, bukan penulis novel. Tulisan-tulisan George Orwell yang dituangkan ke dalam buku antara lain Animal Farm (1945), Nineteen Eighty-Four (1949), dan Down and Out in Paris dan London (1933). Nama sebenarnya Eric Blair. Alasan dia menggunakan nama samaran adalah bentuk cintanya pada Inggris. Nama George mengacu pada santo pelindung Inggris (dan George V adalah raja saat itu), dan dia suka mengunjungi Sungai Orwell di Suffolk. 2.Mark Twain Mark Twain adalah salah satu penulis paling terkenal dalam sejarah AS. Bahkan saat ia masih hidup, ia sangat dikenal karena kecerdasan dan sindirannya. Beberapa bukunya masih menjadi bacaan wajib di kelas AS sampai hari ini. Beberapa karya Mark Twain ialah The Adventures of Tom Sawyer (1876), The Prince and the Pauper (1881), Life on the Mississippi (1883), dan The Adventures of Huckleberry Finn (1885). Nama aslinya Samuel L Clemens. Diduga dia mencuri nama Mark Twain dan digunakan sebagai nama untuk tab bar (bars tab). "Mark twain" adalah istilah yang diambil dari Linggo of the Day. Itu dilakukan ketika ia bekerja pada riverboats. 3.JK Rowling JK Rowling pindah ke Edinburgh setelah bercerai dengan suaminya. Setelah menerbitkan buku pertama dengan judul Harry Potter and the Philosopher's Stone di Inggris, semua bukunya naik daftar best-seller, dan ia menjadi terkenal di dunia. Ia mendapatkan gelar bergengsi, yakni Gelar Kehormatan dari Harvard University di AS, Order of the British Empire (OBE), dan Penulis Booksellers Association of the Year dua tahun berturut-turut pada 1998 dan 1999. Nama sebenarnya Joanne Rowling. Dia menggunakan nama samaran karena ingin bukunya menjadi lebih menarik bagi target audiens laki-laki dan kaum muda. Dia menggunakan nama JK Rowling karena, menurut dia, jika ia menggunakan nama sebenarnya, peminat bukunya adalah kaum wanita. 4.Dr Seuss Dr Seuss adalah penulis yang sangat terkenal. Dia dikenal sebagai penulis cerita anak-anak. Awalnya ia menulis kartun dan satire bagian utama surat kabar. Sempat mengalami depresi besar, akhirnya ia menemukan penghasilan dengan menulis dan menggambar iklan raksasa komersial seperti GE, NBC, dan standar minyak. Ia telah membuat nama untuk dirinya sendiri. Karya-karyanya antara lain Green Eggs and Ham, The Cat and the Hat, One Fish Two Fish Red Fish Blue Fish, How the Grinch Stole Christmas, Horton Hears a Who, dan Horton Hatches The Egg. Nama sebenarnya Theodore Seuss Geisel. Seuss sebenarnya diucapkan dengan cara yang berima dengan logat Jerman. (Soice: pengucapannya). Alasan untuk samaran ini adalah semua orang di AS mengucapkannya seperti itu. Seuss tidak keberatan salah ucapan. Ia mengatakan hal itu menguntungkan bagi penulis anak-anak karena kedengarannya seperti Mother Goose. 5.Voltaire Voltaire adalah penulis terkenal, cerdas, aristokrat, yang lahir pada 1650. Dari usia muda, ia punya masalah dengan otoritas, tidak mematuhi ayahnya untuk diam-diam menjadi penulis. Ketika ayahnya tahu, ia dikirim ke sekolah hukum di Caen. Meskipun demikian, ia masih bebas mengekspresikan dirinya melalui tulisan. Beberapa karya besarnya ialah Zadig (1747), Micromégas (1752), Candide (1759), Dictionnaire Philosophique (1764), L'Ingénu (1767), Letters on the English (1778), Œdipe (1718), Zaïre (1732), dan Many Historical Works. Nama sebenarnya François-Marie Arouet. Ia menggunakan nama samaran karena tidak ingin bingung dengan penyair Adenes le Roi. Voltaire mendapat nama pena dari anagram versi Latin nama keluarganya, Arouet. Dalam bahasa Latin, itu dieja AROVET LI. 6.Lewis Carroll Ia menjadi guru matematika dan menulis puisi di waktu luangnya. Dia sangat tenar di kalangan murid-muridnya, dan mereka sering datang menemuinya untuk mendengar cerita-ceritanya. Suatu hari, ia membuat cerita tentang Alice yang jatuh ke lubang kelinci. Anak-anak menyukainya. Banyak permintaan untuk menuliskannya. Jadi dia lakukan. Beberapa karyanya antara lain Alice's Adventures in Wonderland (1865), Through the Looking-Glass and What Alice Found There (1871), The Hunting of the Snark (1876), The Wasp in the Wig: A "Suppressed" Episode [of the latter] (Posthumously 1977), dan Phantasmagoria and Other Poems (1869). Nama sebenarnya Charles Lutwidge Dodgson. Alasannya menggunakan nama samaran adalah demi kesederhanaan dirinya. 7.George Eliot George Eliot sangat unik. Penulis yang sangat ekspresif ini lahir pada 1819, saat kebanyakan wanita tidak diperbolehkan secara terbuka berlaku ekspresif. Eliot menulis tentang usia dan kehidupan duniawi Victoria dari negara Inggris. Sebagian besar karyanya adalah fiksi dengan beberapa nuansa politis yang serius. Beberapa karya besarnya ialah Blackwood's Magazine (1857), The Sad Fortunes of the Reverend Amos Barton, Mr. Gilfil's Love-StoryJanet's Repentance,Scenes of Clerical Life, 2 vol. (1858), dan Problems of Life and Mind (1873–79).Nama sebenarnya Mary Anne (Mary Ann, Marian) Evans. Alasannya menggunakan samaran adalah untuk keseriusannya dalam menulis. (http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/120978)

Menggunakan Nama Pena

Nama pena adalah sebuah nama samaran yang diadopsi oleh seorang penulis. Sebuah nama pena dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti: untuk membuat nama penulis lebih khas; untuk menyamarkan gender-nya; untuk memberi "jarak" antara seorang penulis dengan beberapa atau semua karyanya; untuk melindungi penulis dari bahaya yang ditimbulkan oleh tulisan-tulisannya; atau untuk sejumlah alasan yang berkaitan dengan pemasaran atau presentasi estetika dari karya yang terkait. Nama penulis yang sebenarnya bisa saja hanya diketahui oleh penerbit buku dan dijaga kerahasiaannya, atau mungkin akan menjadi pengetahuan publik.

Sebuah nama pena samaran dapat digunakan untuk melindungi uraian penulis untuk buku-buku tentang politik, spionase atau kriminal. Contohnya nama Ibn Warraq yang telah digunakan oleh para penulis pemberontak Muslim. Di Irlandia penulis Brian O'Nolan menggunakan nama pena O'Brien Flann dan Myles na gCopaleen untuk menulis di bidang novel dan jurnalistik dari tahun 1940 ke tahun 1960 karena pada saat itu di Irlandia seorang pegawai negeri tidak diperbolehkan untuk menerbitkan karya tulis di bawah nama mereka sendiri.

Di Indonesia, banyak penulis yang menggunakan nama pena dalam menerbitkan tulisan mereka, terutama di zaman Orde Baru, untuk melindungi identitas mereka dari ancaman bahaya politik. Di dunia seni dan sastra, dalam bidang yang berlainan seorang tokoh dapat menggunakan berbagai nama untuk bidang sastra yang berbeda, sebagai contoh adalah adanya nama seperti "Remy Sylado" untuk novel dan "Dova Zila", "Alif Danya Munsyi", "Juliana C. Panda", atau "Jubal Anak Perang Imanuel" untuk bidang lainnya, dimana semuanya adalah nama pena / samaran Yapi Tambayong, penulis dan sastrawan asal Indonesia.

Di Indonesia, banyak novel yang bernuansa erotis, terutama yang beredar di dunia maya ditulis menggunakan nama pena samaran untuk melindungi reputasi penulis sebenarnya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Nama_pena)

Wednesday, June 5, 2013

Buku Ini Terjual 400 Juta Eksemplar

JK Rowling sangat sukses dengan novel Harry Poter-nya. Semua serinya sukses di pasaran, kesuksesan novel Harry Potter menular dalam bentuk layar lebar.

Buku pertama Harry Potter and the Philosopher’s Stone diterbitkan pada 26 June 1997 dan ditutup dengan buku ketujuh yang dirilis 21 July 2007, Harry Potter and the Deathly Hallows. Seri ini terjual 400 juta eksemplar di seluruh dunia.

Kesuseksesan Harry Potter mengubah kehidupan penulisnya JK Rowling secara dramatis dan menjadi salah satu wanita terkaya di dunia.

Berkali-kali Rowling mengatakan tengah menggarap buku buat pembaca dewasa, tapi omongan itu dianggap sepi. Barulah pada Kamis lalu agen Rowling, Blair Partnership, mengumumkan novel baru tersebut yang informasi detilnya baru akan dilepas pada penghujung tahun ini. “Ini benar-benar fase baru dalam karier kepenulisan saya,” kata Rowling.(bukunya.com)

Saturday, May 11, 2013

Lihatlah Buktinya, Posting Ini Ada Tangal Kapan Saya menuliskannya

bagaimana perjalanan saya hingga menjadi seornag penulis sukses, Anda bisa melihat jejak-jejaknya dari blog-blog saya. Disitu ada direktiri tulisan saya, juga ada mimpi-mimpi saya yang saya tuangkan di blog-blog itu, saat itu ketika masih mei tahun 2013.

Dapat Milayaran Dengan Menjual Buku-bukunya di Blog Gratis

Ini memang kisah untuk bersenang-senang mengenang masa lalu. Sunaryo merupakan salah satu orang yang sangat meyakini bahwa blog gratis bisa di  optimalkan untuk dapat menjadi media untuk menghasilkan uang milyaran.

Beberapa bulan sejak mulai belajar internet, ia mulai menemukan blog dan belajar mengenai seluk-beluk blog, yang akhirnya pengalamannya yang masih hijau saat itu mulai melihat sebuah cerah dimana blog akan mengantarkannya bisa meraih uang milyaran. Keyakinan ini diperkuat dengan beberapa rupiah yang sudah ia dapatkan dari blok melalui praktek terkait iklan PPC.

Pengtehauan terus meningkat sejalan dengan infomasi yang sangat kaya dari internet, sehingga ia sampai kepada imajinasi bahwa ia suatu saat dapat sampai kepada titik diman ia mampu membktikan apa yang menjadi keyakinannya saat itu.

Keyakinan yang selama ini mergemuruh di dalam jiwanya sejak 2007, ternyata terjawab pada tahun 2016 bahwa ia sudah mendaoatkan uang yang terhitung jumlahnya, puluhan milyar. Tepan diusianya 40 tahun.

@blueprint Minggu 12 Mei 2013

Rahasia Sun Mampu Banyak Menulis Buku

Sunaryo memiliki satu rahasia dalam menulis buku, yang tidak sempat dipulikasikan. Ia mampu menulis buku begitu banyak diusianya yang masih muda. Ia sudah menghasilkan 2 kali lipat dari usianya, bahkan lebih. Sekarang 2016, Di Usia 40 tahun ia sudah melahirkan 100 buku.

Ia sempat membongkar beberapa rahasianya," Ketika saya menulis, saya sanggup duduk didepan laptop dari jam 8 pagi hingga jam 2 malam, dan itu dilakukan berturut-turut selama beberapa hari, sekitar seminggu lebih. Saya mengambil beberapa buku dan mengumpulkan ide-ide atau poin-point penting di buku itu, kada mencarinya langusng dinternet enenai tema atau poin yang saling terkait.  Ketika terlintas ide tulisan maka saya langung menulis, ketika tak jarang saya berfantasi membayangkan apa yang ingin saya rain lalu saya tuangkan kedalam sebuah tulisan di blog saya" Ujarnya.

5 Tips Agar Tulisan Laku di Pasaran

Tips-tips berikt mungkin bisa membuat tulisan anda laris di pasaran.

1. Melihat Daftar Buku Terlaris (best seller)
Anda harus jeli mengikuti tema-tema buku apa saja yang saat ini ngetop dan laku di pasaran. 

Dengan cara itu anda dapat memilih tema buku seperti yang sedang laku di pasaran, kemungkinan besar buku yang anda buat akan ikut laris pula, cara paling mudah untuk mengumpulkan tema-tema buku yang sedang laris adalah dengan mengumpulkan katalog dari berbagai penerbit, atau rajin mendatangi pameran. 

Dari situ kita bisa menganalisis, kira-kira buku apa yang sedang menjadi trend di pasar saat ini. Sebagai contoh, buku yang sekarang sedang laris adalah buku kiat sukses dan motivasi.
2. Melakukan Analisis Khalayak
Jika anda sudah memutuskan untuk menjadi seorang penulis, maka secara otomatis anda wajib menjadi marketing bagi diri anda sendiri. 

Oleh karena itu, sebagai penulis anda harus memiliki kemampuan menganalisis khalayak pembaca. Sebelum menulis sesuatu, kita harus tahu siapa target readers (target pembaca buku anda). 

Cara tersebut memungkinkan anda untuk bisa memuaskan pelanggan. Jadi, anda harus bisa menulis sebuah naskah sesuai pembaca yang di sasar. Sasaran yang jelas akan sangat membantu penerbit dan penulis.
3. Jelas Pangsa Pasarnya
Sebelum buku di terbitkan, penerbit sudah memprediksi target pembaca dari buku tersebut. Meskipun demikian, ada juga penerbit yang hanya bersedia menerbitkan naskah buku dengan menjadikan penerbitanya sebagai pemain di bidang yang sempit, tetapi dengan potensi pangsa pasar yang besar (specific target). 

Di zaman sekarang ini penting bagi penulis untuk bisa mengenali sendiri pangsa pasar dari buku yang di tulisnya. Contohnya Herman Kertajaya, sudah jelas bahwa pasar pembacanya adalah mereka yang berkecimpung di bidang periklanan. 

Sementara Safir Senduk di kenal sebagai penulis di bidang pengelolaan keuangan. Dengan spesialisasi seperti ini, keberadaan anda akan mudah di ingat karena orang lain menjadi mudah dalam mengasosiasikan pengarang dengan karyanya.
4. Menulislah dengan Gaya Tutur
Hal yang perlu anda ketahui mengenai kekuatan di balik nilai jual larisnya sebuah buku bestseller adalah gaya penulisan buku. 

Sebuah buku yang menarik dan enak di baca adalah buku yang isinya di tulis dengan gaya penulisan bertutur. 

Karya tulis yang demikian itu dimaksudkan untuk memudahkan pembaca umum dalam memahami isi buku. Oleh karena itu, hindari penggunaan bahasa/atau istilah teknis yang membuat dahi pembaca berkerut serta hindari penyampaian pesan yang terkesan terlalu menggurui.
5. Melakukan Analisis Pasar
Melakukan analisis pasar sangatlah penting bagi penulis sebelum naskah di cetak dan di sebar luaskan untuk memiliki kepekaan dalam menganalisis selera pasar.

Dengan kemampuan penulis menganalisis trend (kecenderungan) pasar, di harapkan buku yang di hasilkan sesuai dengan selera pasar. 

Jadi, penting bagi penulis untuk mengenali kea rah mmana angina bertiup (trend pasar) karena di situlah anda berjalan. 

Usahakan menulis untuk memenuhi permintaan pasar (demand). Namun cara itu hanya bisa di lakukan oleh pemain lama (penulis yang telah banyak menghasilkan karya tulis). Penulis baru akan mengalami entry barrier (hambatan untuk masuk) ke pasar yang sangat tinggi. 

Nantinya anda hanya akan menjadi semut kecil yang ikut-ikutan memperebutkan secuil kue. Jika tulisan anda tidak memiliki kekuatan yang cukup (isi buku tidak memiliki keunikan serta berharga murah), maka anda akan kalah dalam memperebutkan kue tersebut. 

Oleh sebab itu, penulis pemula sebaiknya tidak ikut-ikutan bermain di pasar yang sedang ramai diperebutkan banyak orang. Lebih baik anda membuat tema baru yang lebih unik dan menarik untuk menciptakan permintaan baru (create demmand). Anda bisa menciptakan produk tulisan yang baru, yang belum pernah ada di pasar. 

Namun demikian, sukses dengan buku bestseller membutuhkan inovasi dan strategi promosi yang intensif untuk memberitahu konsumen bahwa ada produk baru yang mereka butuhkan.
 
Demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan mulailah menjadi seorang penulis buku yang hebat dengan satu misi “berbagi ilmu seluas-luasnya agar bermanfaat bagi masyarakat dan anak-anak generasi penerus kita kelak”.(cobah-ajah.blogspot.com)

'E-book' Apa yang Laku di Pasaran?

Menulis buku memang bukan sesuatu yang mudah, apalagi membuat buku tersebut laris manis dijual di pasaran. Selama ini, buku kategori fiksi seperti novel atau komik yang berhasil meraup penjualan terbanyak untuk versi buku cetak. Lalu bagaimana dengan buku digital atau e-book yang perlahan mulai menggeser buku cetak?

Kepala Pengembangan Bisnis Rumponpin.com, Rizky Maulana, mengatakan bahwa novel dan komik memang masih sangat diminati oleh banyak orang. Namun untuk buku digital, buku yang berisi cara untuk memperoleh sesuatu atau melakukan sesuatu menjadi kategori yang juga banyak diminati.

"Umumnya orang itu mencari e-book yang isinya tips dan trik misalnya how to study effectively atau how to lainnya," kata Rizky dalam talkshow mengenai penerbitan e-book dan plagiarisme di Library Cafe Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Buku-buku yang memaparkan tentang tips ini, lanjutnya, biasanya kurang laku dijual dalam versi cetak. Namun saat dijadikan versi digital, buku jenis ini justru banyak dicari dan mendapat keuntungan yang besar dibanding buku kategori lain. Untuk itu bagi kalangan akademisi yang ingin membuat e-book, ada baiknya memilih tema yang tidak jauh dari hal tersebut.

"Ada buku yang kurang laku dicetak tapi justru malah laku saat dibuat e-book. Kenapa buku yang isinya tips lebih laku dalam versi e-book? Karena orang ingin cepat dan itu bisa didapat dengan e-book," jelas Rizky.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bagi akademisi yang ingin mengeluarkan buku dengan konten yang lain. Tidak hanya itu, jika memang ada orang yang tertarik membuat e-book saja maka pihaknya dapat memberi fasilitas dan menjembataninya selama konten yang diangkat sudah layak tayang.

"Tidak harus membuat buku versi cetak baru bisa bikin e-book. Buat buku versi e-book langsung juga bisa selama kontennya sudah pasti, kami akan bantu rilis," tandasnya.

Cara Jitu Memasarkan Buku Biar Cepat Laku

Terbitnya buku adalah kebanggaan dan kebahagiaan bagi setiap penulis. Namun, kebahagiaan tersebut mestinya tak berhenti sampai di situ saja. Kebahagiaan mesti berakhir sampai buku yang dicetak habis terjual atau bahkan dicetak ulang. Untuk mencapai semua ini, perlu teknik dan cara. Penulis jangan menyerahkan pemasaran buku hanya kepada penerbit. Penulis juga mesti turut serta membantunya.

Penulis yang bijak, ia pasti mempersiapkan strategi. Tentunya, hal itu dilakukan dengan cara mengkaji dari proses berhasilnya terjual buku-buku yang sudah best seller. Ya, belajarlah dari cara para penulis best seller dalam memasarkan buku. Kali ini, penulis akan coba mengajak pembaca mengkaji cara memasarkan buku ala Ippho Santosa dengan sudut pandang sederhana.

Belajar dari Ippho Santosa

Siapa yang tak mengakui kalau tiga buku Ippho Santosa meraih predikat Mega Best Seller. Yaitu, 7 Keajaiban Rezeki, Percepatan Rezeki dan Hanya 2 Menit. Tentunya, kita juga ingin merasakan seperti apa yang dirasakan Ippgo Santosa. Meski tak bisa dicapai hal yang sama, paling tidak kita bisa memahami langkah apa yang digunakan Ippho Santosa sehingga bukunya laris di pasaran.

Salah satu cara pemasaran yang aneh dilakukan Ippho Santosa adalah, ia menganjurkan para pembacanya untuk meminjam buku yang ditulisnya kepada orang lain jika dirasa bermanfaat. Tentu saja, ini adalah sesuatu yang aneh. Kok ada penulis yang menyuruh para pembacanya untuk meminjam buku yang dibelinya. Bukan malah menyuruh mereka untuk untuk memasarkan buku tersebut dengan mengajak untuk membelinya.

Ternyata, di sinilah daya pikatnya. Dengan proses seperti ini, sebenarnya pembaca ‘dihipnotis’ untuk ikut memasarkan buku Ippho Santosa. Jika dipinjam kepada orang lain lalu dibaca, sekiranya peminjam buku merasa buku tersebut sangat berguna, maka ia pun akan membelinya. Sungguh, pola pikir pemasaran seperti ini adalah pola pikir yang cukup bagus. Pembaca disuruh meminjamkan, tapi di dalamnya tersimpan ‘niat’ marketing pemasaran buku.

Tentunya, jika buku yang ditulis bergenre motivasi, maka kita bisa melakukan cara yang sama. Namun jika buku kita bukan bergenre motivasi, maka kita bisa memikirkan cara terbaik lain yang layak dilakukan agar buku yang ditulis laris manis di pasaran.

Tips Lain dalam Memasarkan Buku

Nah, ada beberapa cara saat ini yang umumnya dilakukan oleh sebagian penulis untuk membuat bukunya laris manis. Meski, belum mampu menandingi laris manisnya buku Ippho Santosa.


  1. Jemputlah Segmen Pembaca Anda
    Setiap penulis tentu memiliki segmen pembaca, karena itu langkah yang tercepat agar buku laku adalah dengan langsung mendekati segmen pembaca. Ya, jemputlah segmen pembaca Anda. Jika buku yang Anda terbitkan segmen pembacanya adalah remaja, maka dekatilah komunitas remaja. Tentu saja, remaja yang menjadi segmen Anda pun memiliki kekhususan. Jika segmen pembaca Anda adalah remaja Islami, maka dekatilah para aktivis dakwah kampus.

    Dalam hal ini, anda tidak hanya memasarkan buku kepada mereka secara langsung, Anda mesti memberikan hal yang plus dan menjadi target utama mereka. Misalnya, Anda memberikan pelatihan menulis. Namun, dalam memberikan contoh dan pengalaman menulis, Anda bisa menggunakan buku Anda. Lalu, tawarkan kepada mereka jika membeli buku Anda saat ini akan mendapatkan diskon dan tanda tangan.
  2. Buatlah Sayembara Resensi Buku
    Saat ini, sudah cukup mudah bagi para penulis untuk menyapa pembacanya. Karena bisa dilakukan melalui facebook dan twitter. Oleh karena itu, biar buku Anda banyak peminatnya, maka adakan lomba meresensi buku. Cobalah bekerja sama dengan penerbit. Namun, jika penerbit Anda tidak tertarik, cobalah untuk mengadakan sayembara lomba meresensi sendiri. Hadiahnya adalah, voucher buku-buku yang sudah Anda tulis.
  3. Tuliskan Royalti Disedekahkan
    Jika Anda ingin buku Anda cepat laku dan membuat Anda terkenal, maka tuliskanlah di buku tersebut bahwa beberapa persen dari royalti yang didapat akan disedekahkan. Atau, Anda bisa menuliskan akan menyedekahkan semua royalti, jika Anda ingin membuat diri Anda terkenal.

    Karena cara ini diprediksikan akan memikat pembaca. Karena Anda dalam menulis buku tidak hanya berniat menarik keuntungan saja. Namun niat Anda menulis juga ditujukan untuk amal ibadah. Penting menjadi catatan, bahwa royalti yang dijanjikan sedekah memang benar-benar disedekahkan. Ingat, tujuan Anda adalah agar buku laku di pasaran dan Anda pun menjadi terkenal.

Inilah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memasarkan buku yang diterbitkan, baik diterbitkan melalui penerbit maupun diterbitkan sendiri (indie publishing). Semoga bermanfaat.(puncakbukit.blogspot.com)

Monday, May 6, 2013

Trend Buku 2013

Jika melihat siklus sepuluh tahunan, pada 2013 nanti kemungkinan bakal terjadi booming buku-buku romantis karya penulis lokal. Karena pada 2012 ini, banyak sekali penerbit yang mengadakan lomba dengan tema tersebut. Bisa jadi semua akan diterbitkan pada 2013. Dengan adanya booming di genre novel roman, tidak heran jika ada kejutan dari tema lain, seperti novel komedi maupun novel sejarah.

Menyambut tahun 2014, di tengah 2013 kemungkinan besar akan dipenuhi buku-buku politik dan memoar para politikus yang akan berjuang meraih kursi kekuasaan. Suhu politik yang panas, juga akan diimbangi dengan buku-buku kesehatan ringan baik untuk fisik maupun kejiwaan. (media.kompasiana.com)

Ngetop Sebelum Buku Pertama Lahir

Saya punya koleksi nama sejumlah penulis yang keburu ngetop sebelum mereka menerbitkan buku pertama. Inilah yang dikatakan jonru.net. Bahkan mereka juga bukan termasuk orang yang suka mengirim tulisan untuk dimuat di majalah, tabloid atau koran. Berikut nama-nama tersebut :

1. Raditya Dika.
Saat ini, dia boleh disebut sebagai penulis Indonesia yang paling terkenal. Padahal dia mengawali karir kepenulisannya hanya dari sebuah blog, www.kambingjantan.com. Dari blog ini, nama dia dikenal oleh publik. Dan ketika buku pertamanya – KambingJantan – terbit, Raditya sudah punya banyak penggemar yang menjadi calon pembeli potensial atas buku-bukunya.

2. @poconggg (yang belakangan ketahuan bahwa nama aslinya adalah Arief Muhammad)
Kalau Raditya Dika terkenal lewat blog, si @poconggg ini justru terkenal lewat Twitter. Dia rajin ngetwit yang lucu-lucu dan menarik, dan itu membuat jumlah followernya membengkak di atas 500.000-an orang. Lalu ketika buku pertamanya – @poconggg Juga Pocong – terbit, kabarnya dia mendapat penghasilan lebih dari Rp 1 Miliar. Dan kabarnya juga, bukunya ini akan segera diangkat ke layar lebar. Luar biasa! akmal sjafril Akmal Sjafril dan bukunya ketika tampil di sebuah majalah

3. Akmal Sjafril
Dia mengawali karir kepenulisannya dengan rajin ngeblog mengenai apa saja di akmal.multiply.com. Belakangan, dia makin fokus menulis seputar antiIslam Liberal. Selain itu, dia juga rajin menulis tentang tema yang sama di sejumlah milis, juga Twitter. Dari kiprahnya ini, nama Akmal mulai dan makin dikenal sebagai tokoh yang aktif dan agresif dalam menentang gerakan Islam Liberal. Lalu dia pun menerbitkan buku pertama dengan judul “Islam Libral 101″. Dapat ditebak, bukunya ini pun laris manis, karena Akmal sudah terlanjur terkenal sebelum buku pertamanya terbit.

4. Arham Kendari
Namanya mulai dikenal ketika aktif ngeblog di blog Indosiar.com (yang sekarang sudah tiada). Arham rajin menulis artikel-artikel yang lucu, dengan gaya penulisan yang santai dan sangat menghibur. Inilah salah satu faktor kenapa tulisan-tulisannya disukai oleh banyak orang. Dan sama seperti tiga nama yang saya sebut di atas, buku pertama Arham – Jakarta Underkompor – pun langsung laris manis ketika diterbitkan. Belakangan, penerbit Gramedia tertarik dan akhirnya mereka pun menerbitkan buku ini.

5. Muhammad Assad
Nasib penulis yang satu ini pun lebih kurang sama seperti empat nama di atas. Dia juga memulai karir dengan rajin menulis di blog pribadinya, www.muhammadassad.com. Lalu dia menerbitkan buku Notes From Qatar. Terbukti, buku ini pun laris manis di pasaran.

6. Agung “Mbot” Nugroho
Rajin menulis di blog pribadinya – mbot.multiply.com – dan aktivitasnya sebagai salah seorang penggerak komunitas Multiply Indonesia, membuat nama Agung Nugroho terkenal di kalangan para blogger Multiply.com. Dan ketika buku pertamanya – Catatan Si Mbot – terbit, tak heran bila langsung laris manis. Bahkan banyak temannya di Multiply.com yang secara sukarela ikut mempromosikan buku ini. Termasuk di buku saya “Cara Dahysat Menjadi Penulis Hebat”, nama dan buku Mbot ini ikut dipajang :) bayu gawtama Berhenti Sejenak, buku pertama Bayu Gawtama

7. Bayu Gawtama
Sebelum era blog, Facebook dan Twitter tiba, Gaw – demikian dia biasa dipanggil – sudah dikenal sebagai salah seorang penulis produktif di website Eramuslim.com. Dia juga rajin menulis di sejumlah milis. Dari kiprahnya ini, nama Bayu Gawtama menjadi terkenal di internet. Maka ketika buku pertamanya – Berhenti Sejenak – terbit, langsung laris manis.
* * * Selain ketujuh nama di atas, sebenarnya masih ada sejumlah penulis lain yang memiliki nasib lebih kurang sama. Dan bila diperhatikan, jalan sukses mereka sebenarnya sangat mirip: Membangun eksistensi diri lewat internet, lalu nama mereka terkenal, dan itu membuat buku pertama mereka sukses di pasaran.

7 Buku Terlaris di Dunia

Tidak terhitung jumlah buku yang telah dicetak dan dibaca oleh orang-orang di dunia. Dari banyak buku tersebut, ada judul-judul yang mampu menarik banyak orang sehingga menjadikannya buku terlaris di dunia.

Berikut ini adalah daftar 7 buku terlaris di dunia. Daftar ini tidak menyertakan buku-buku religius dan ideologi seperti Alquran, Alkitab, buku tulisan Mao Zedong ataupun Hitler.

Buku-buku itu sering disebut sebagai buku terlaris di dunia, namun tidak ditemukan data penjualan yang valid sebab banyak buku yang diberikan secara gratis.

1. A Tale of Two Cities
Buku ini merupakan buku paling laris di dunia dengan penjualan mencapai 200 juta ekslempar. Buku karya Charles Dickens ini pertama diterbitkan tahun 1859.

2. Le Petit Prince (The Little Prince)
Ditulis oleh Antoine de Saint-Exupery, buku bergenre fantasi dengan bahasa Prancis ini penjualannya ada pada angka sekitar 200 juta eksemplar. Buku ini pertama dicetak pada 1943.

3. The Lords of the Rings
Buku karya J.R.R. Tolkien ini pertama dicetak pada 1954, dengan angka penjualan menembus 150 juta eksemplar.

4. The Hobbit
Buku lain dari J.R.R. Tolkien yang berdiri di jajaran buku terlaris di dunia dengan angka penjualan sekitar 100 juta eksemplar. Buku ini pertama terbit pada 1937.

5. Hong lou meng (Dream of the Red Chamber)
Buku fenomenal ini merupakan satu-satunya wakil dari benua Asia di daftar ini. Ditulis oleh Hsueh Chin asal Tiongkok dan terbit pertama kali pada 1759, jumlah eksemplar yang berhasil dijual menyentuh angka 100 juta.

6. And Then There Were None
Penulis novel misteri kenamaan, Agatha Christie, menciptakan masterpiece yang terbit pertama pada 1939 ini. Angka penjualannya mencapai 100 juta

7. The Lion, the Witch and the Wardrobe
C.S. Lewis menulis buku yang angka penjualannya mencapai 85 juta eksemplar ini. Buku ini dicetak pertama kali pada 1950. (7topranking.blogspot.com)

Monday, April 22, 2013

Amanda Diperkirakan Telah Menjual 1,5 Juta Novel

13255855171093284317Anda mungkin tidak mengenal dia, bahkan banyak dari para pembaca di Indonesia mungkin tidak pernah mendengar nama nya.

Berikut hasil penelusuran saya dikompasiana.com. Dia adalah Amanda Hocking. Seorang penulis Novel Fiksi Mengenai Kisah Romantika Paranormal. Sebagai seorang penulis fiksi yang merasa semua tradisionil penerbit tidak ada yang mau menengok, apalagi ingin menerbitkan tulisan2 nya.

Oleh sebab itu Amanda, berumur 27 tahun, tidak memiliki memiliki gelar sarjana, akhirnya memilih untuk menerbitkan e-Book sendiri. Dari rumah di kota Austin, sekitar 100 miles sebelah selatan dari Minneapolis, negara bagian Minnesota, AS. Memulai menjual novel nya Online melalui Amazon.com dan BarnesNoble.com.

Sejak bulan Mei 2010, sudah menjual ratusan copy, bulan Juni, sudah ribuan copy. Amanda telah berhasil menjual e-book nya sebanyak 164,000 copies di tahun 2010. Awal tahun lalu, Amanda telah menerbitkan 9 e-book total telah terjual sebanyak kira-kira 450,000 copies.

Dalam pengakuannya, Amanda mengatakan,” Saya tidak dapat memperkirakan sukses ini, jika melalu tradisionil penerbitan. Tetapi saya mengetahui usaha saya melalui e-book sangat menguntungkan sekali.”

1325587055203262954Dalam bulan Februari 2011 lalu, Amanda akan menerbitkan Trylle Trilogy (Switched, Torn and Ascend, the latest), memasuki top 50 of USA TODAY’s Best-Selling Books list.

Sesuai dengan trend yang terjadi di Amerika dan dimana e-book sudah menjadi cara yang mudah bagi pembaca dan pecinta novel, dan penulis novel self publish untuk menjual karya nya. Apalagi dengan adanya iPad, Kindle by Amazon, Lulu, Smashwords, Direct Publishing or Barnes & Noble’s PubIt. Dimana banyak para kritikus tidak memberikan kritik nya, seperti layaknya dalam penerbitan buku secara tradisionil.

“Ini sangat memungkinkan banyak self publisher menggunakan sedikit dana dan mencoba memasarkan karya2 nya kepada seluruh pembaca secara global.” penyataan dari Russ Grandinetti, vice president of Kindle Content for Amazon.

Jangan lupa Amanda memiliki blog pribadi, dan selalu gencar self promosi melalui wadah sosial media lainnya, seperti Tweeter, Facebook, Google+.

Dengan kegigihan nya, Amanda di perkirakan telah menjual 1,5 juta novel dan menikmati kira2 2 Juta USD.

Bagaimana dengan para pembaca, apakah ada minat? Sumber tulisan dari USAToday.

Biografi Steve Jobs Terlaris 2011 di Amazon

Retailer online terbesar dunia, Amazon, merilis buku terlaris di tahun 2011. Hasil ini merupakan kombinasi berdasarkan larisnya penjualan ebook dan cetak.

Hasilnya, biografi pendiri Apple Steve Jobs menjadi buku yang terlaris yang terjual di Amazon. Biografi berjudul "Steve Jobs" ini ditulis oleh Walter Isaacson, mantan CEO CNN dan Redaktur Pelaksana Time.

Angka ini terbilang fantastis. Pasalnya, buku ini baru dirilis akhir Oktober. Rilis buku ini memang dipercepat, tak lama setelah kematian Steve Jobs, 5 Oktober 2011 silam.

Di pengantar buku, Walter Isaacson sendiri mengakui kalau Steve Jobs memintanya untuk membuat biografi saat kondisi kesehatannya menurun. Walaupun biografi ini dibuat atas permintaan Jobs, tapi Isaacson dibebaskan untuk menulis apa saja, dan bebas memilih narasumber.

Sebagai biografi salah satu ikon teknologi, buku ini memang terbilang lengkap dalam mengisahkan jatuh-bangunnya Steve Jobs di Apple. Mulai dari mendirikan Apple bersama Steve Wozniak, hingga saat dipecat oleh Dewan Petinggi Apple saat Steve Jobs berkonflik dengan CEO Apple saat itu, John Sculley.

Tak hanya itu, buku ini pun menggambarkan sisi pribadi Jobs yang terbilang unik. Mulai dari figur Jobs sebagai anak yang ditinggalkan orangtuanya, sebagai orangtua yang meninggalkan anaknya, hingga kisah cintanya, mulai dari penyanyi Joan Baez, hingga istrinya Laurene Powell.

Walter Isaacson memang dikenal sebagai penulis biografi handal, dan itu jadi alasan Steve Jobs meminta Isaacson menulis biografi tentang dirinya. Selain Steve Jobs, Isaacson juga pernah menulis "Einstein: His Life and Universe", "Benjamin Franklin: An American Life", dan "Kissinger: A Biography".

Apa buku lain yang terlaris di Amazon, berikut daftarnya:

1. "Steve Jobs" by Walter Isaacson
2. "Bossypants" by Tina Fey . "A Stolen Life" by Jaycee Dugard
4. "The Mill River Recluse" by Darcie Chan
5. "In the Garden of the Beasts" by Erik Larson
6. "A Dance with Dragons" by George R.R. Martin
7. "The Paris Wife" by Paula McLain
8. "The Litigators" by John Grisham
9. "The Abbey" BY Chris Culver"
10. "Inheritance (The Inheritance Cycle)" by Christopher Paolini
(viva.co.id)

Dosen Didorong Lahirkan "E-book"

Di era digital seperti sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan fasilitas e-book atau buku elektronik? Keberadaan e-book kini menjadi sangat diminati oleh sebagian besar masyarakat dunia termasuk Indonesia karena praktis dan simpel.

Melihat fenomena ini, Penerbit Salemba Empat dan Rumponpin.com berusaha untuk mendorong para dosen untuk menelurkan e-book sehingga mudah diakses oleh mahasiswanya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pengembangan Bisnis Rumponpin.com, Rizky Maulana saat talkshow tentang penerbitan e-book dan plagiarisme.

"Untuk bisa menulis sebuah buku biasanya harus menguasai bidang tertentu. Dosen pada bidang studi tentu memiliki kapasitas tersebut," kata Rizky di Library Cafe Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Kamis (21/2/2013).

"Menulis buku cetak memang sudah banyak. Saat ini kami dorong agar para dosen membuat e-book yang jangkauannya juga lebih luas," jelas Rizky.

Namun untuk pembuatan e-book, ia meminta pada para dosen agar mematangkan konten buku terlebih dahulu sehingga pihaknya tinggal mengunggah dalam bentuk digital. Apabila konten bukunya masih belum pasti dan butuh konsultasi, maka pihaknya akan mengarahkan pada rekanan penerbit seperti penerbit Salemba Empat yang juga hadir dalam talkshow.

"Jika berminat sebaiknya konten sudah jadi terlebih dahulu. Kalau belum maka bisa ke penerbit dulu yang memang punya tenaga ahli untuk mengedit dan lain-lain," jelas Rizky.

Penerbitan buku digital ini juga memberi penilaian tersendiri bagi dosen sama seperti merilis buku cetak. Umumnya, karir dan popularitas dosen yang bersangkutan akan ikut terdongkrak dengan terbitnya buku besutannya. Untuk itu, tidak ada alasan bagi seorang yang menguasai bidang tertentu tidak menelurkan sebuah buku.

Penjualan eBook Meningkat Lebih dari 1000% Sejak 2008

Saat ini eBook tampaknya menjadi salah satu dari beberapa produk yang memiliki penjualan cukup baik di tengah perekonomian yang tidak pasti.

Menurut BookStats, sebuah perusahaan yang mempelajari industri publishing di Amerika, eBooks telah melakukan kiprah penjualannya dengan cukup baik.

Penjualan eBooks mencatat angka 6,4% dari seluruh penjualan buku pada tahun 2010, dengan jumlah yang diharapkan akan terus meningkat tahun ini. Bahkan, sejak tahun 2008, penjualan eBook telah meningkat sebesar 1039,6%, sedangkan pendapatan di periode yang sama juga meningkat 1274,1%.

Fenomena ini ikut diramaikan dengan masuknya tablet dan eBook Reader tahun ini, khususnya kehadiran iPad, sehingga tidak terlalu mengejutkan jika kita menemukan angka yang cukup besar untuk konsumsi eBook.

Fakta lain yang cukup menarik untuk dicatat yaitu bahwa transaksi belanja online telah mengalami peningkatan 55,2% antara tahun 2008 dan 2010.

Hal ini bisa terjadi karena belanja online sudah jauh lebih aman dan lebih mudah dilakukan pada beberapa tahun terakhir, dengan akses yang memungkinkan hampir semua orang untuk bisa melakukan transaksi secara online.

eBook memang menuai sukses yang cukup besar, dan indikasi serta kemungkinan ke depan bahwa eBook akan menggantikan fungsionalitas buku cetak konvensional tidak dapat dipungkiri lagi.

Monday, February 28, 2011

Pasar Ebook Mencapai 14,4 Trilyun Rupiah

VIVAnews - Ini bukti baru yang memperlihatkan ancaman format digital terhadap industri percetakan.

Perusahaan ritel online Amazon.com baru-baru ini mengumumkan bahwa penjualan buku elektroniknya jauh melebihi penjualan buku cetaknya.

"Format Kindle telah menyusul format buku hardcover," kata Chief Executive Amazon Jeff Bezos, seperti dikutip dari situs LATimes.com. Menurut Bezos, Amazon menjual buku elektronik 80 persen lebih banyak ketimbang buku cetak.

Padahal, menurut Bezos, Amazon sudah melakukan penjualan buku-buku hardcover selama 15 tahun. Sementara, penjualan buku elektronik di Amazon baru berumur 33 bulan.

Bezos memperkirakan, lonjakan penjualan e-book terjadi akibat pemotongan drastis harga pemutar e-book portabel, Kindle. Beberapa waktu lalu, Amazon memang memotong harga Kindle dari US$259 (sekitar Rp2,3 juta) menjadi US$189 (sekitar Rp1,7 juta).

Diskon tersebut dilakukan hanya beberapa saat setelah Barnes & Noble juga memotong harga e-book reader besutannya, Nook, menjadi US$199 (Rp1,8 juta) dan memperkenalkan versi baru yang berharga US$150 (Rp1,35 juta).

Setelah pemotongan tersebut, penjualan e-book reader Amazon juga meningkat hingga tiga kali lipat dari sebelumnya.

Meski Amazon tidak mengumumkan berapa jumlah buku fisik yang berhasil dijualnya, pertumbuhan buku digital memang meningkat sangat pesat.

Menurut survei dari PricewaterhouseCoopers dan Wilkofsky Gruen Associates Inc, di saat penjualan buku cetak yang stagnan, beberapa tahun terakhir, penjualan buku elektronik pada 2010 justru meningkat dari hanya US$1 miliar (sekitar Rp9 triliun) menjadi US$1,6 miliar (Rp14,4 triliun) .

Sementara itu, pada kuartal kedua tahun ini, Amazon berhasil menjual 143 buku elektronik setiap 100 buku cetak yang terjual. Di Amazon sendiri tersedia sekitar 630 ribu e-book, serta beberapa unduhan buku yang disediakan secara gratis.

Sekitar 80 persen dari buku yang dijual di situs itu dibanderol sekitar US$9,99 (Rp90 ribu) atau kurang dari itu. Harga ini memang lebih murah ketimbang harga buku cetak yang rata-rata dijual sekitar US$25 (Rp 225 ribu).

Kurang Dari Dua Bulan , Buku DA VINCI CODE Terjual 3 Juta Copy

Seandainya laju penjualan buku DA VINCI CODE dapat menjadi tolak ukur keberhasilan versi filmnya, maka dipastikan film ini akan meledak pesat. Dalam waktu kurang dari dua bulan, cerita thriller yang ditulis Dan Brown itu meledak di pasaran dan telah berhasil terjual hampir 3 juta copy.

Sejak versi hardcover dirilis Maret 2003 lalu, novel tersebut sudah laku 60 juta copy ke seluruh dunia. Semua bentuk buku mayoritas cukup besar, menurut penerbit untuk memenuhi permintaan di seluruh Chicago dibutuhkan 90 pesawat Boeing 747 yang memiliki ukuran sangat besar.

"Penjualan bertambah besar secara dramatis dari minggu ke minggu, kami sedang mencetak kembali untuk mengikuti perkembangan permintaan, dan bulan-bulan yang paling besar masih di depan kami," ungkap Anne Messitte pinpinan Vintage-Anchor Books, penerbitan buku Random House, Inc, mengatakan Selasa.

Ini belum lagi seandainya versi filmnya yang dibintangi Tom Hanks yang akan beredar di Amerika Jumat mendatang juga meledak, tentu akan meningkatkan penjualan.

Novelis Dan Brown yang dituduh melakukan penjiplakan karya oleh dua sejarawan, masing-masing Michael Baigent dan Richard Leighn. Di pengadilan tinggi London, Brown memberikan keterangan bahwa tuduhan penjiplakan yang dialamatkan padanya adalah sesuatu yang menggelikan. Brown dianggap menjiplak ide kedua sejarawah itu saat menulis THE DA VINCI CODE.

Namun Brown juga mengaku bahwa dirinya memang membaca buku dari dua sejarawan itu untuk mempelajari sejarah dan membangun paradigma sejarahnya. Namun Brown juga tidak hanya membaca satu buku itu saja karena 38 buku lainya dan 300 dokumen ikut menjadi bahan dalam penyusunan novel tersebut.

Akibat tuntutan ini, Senin (13/3) penulis novel ini harus menghadapi pengadilan London.

Novelnya sendiri kini telah terjual di penjuru dunia dan telah menjadikan penulisnya sebagai milyuner, bahkan hak cipta untuk pembuatan film atas buku tersebut telah dikeluarkan. Tom Hanks dan Audrey Tautou membintangi film ini dan peluncuran filmnya akan dilakukan pada 19 Mei mendatang.

Menangapi kasus ini, melalui pengacaranya, Brown dengan tegas tetap pada pendirinya. Bahkan Brown mengaku sangat terkejut dengan reaksi atas bukunya itu.

Brown mengatakan bahwa novelnya merupakan bentuk dari apresiasi arsitektur dari buku non fiksi dua sejarawan itu yang berjudul The Holy Blood and the Holy Grail yang terbit pada 1982 silam.

Selain itu Dua sejarawan itu juga menuntut penerbit buku Random House yang telah menerbitkan novel tersebut atas pelanggaran hak cipta.

Selain THE DA VINCI CODE, Brown juga dikenal sebagai mengarang thrillers DECEPTION POINT dan ANGELS AND DEMONS, buku itu juga telah terjual hingga jutaan eksemplar. Brown mengaku juga tengah menulis sebuah buku yang akan segera beredar. (selebriti.kapanlagi.com)

Buku Negeri 5 Menara Raih Mega Best Seller

Jakarta – Sejak pertama kali diterbitkan pada Juli 2009, buku Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi telah terjual lebih dari 100 ribu eksemplar. “Novel ini telah terjual 125.723 eksemplar. Ini termasuk Mega Best Seller,” kata Wakil Direktur Pemasaran Gramedia Thomas Athanasius saat dihubungi Tempo, Jumat malam.

Kategori Mega Best Seller, ia melanjutkan, diberikan untuk buku yang terjual di atas 100 ribu eksemplar. Sedangkan kategori best seller jika buku tersebut telah melalui tiga kali cetakan. Di Gramedia, lanjut Thomas, cetakan pertama biasanya memproduksi 30 ribu eksemplar, dan cetakan selanjutnya sebanyak 10 ribu eksemplar. Untuk buku Negeri 5 Menara merupakan cetakan ke delapan pada Agustus lalu.

Negeri 5 Menara bercerita tentang kehidupan santri Pondok Pesantren Moderen Gontor di Ponorogo Jawas Timur. Buku ini terinspirasi oleh kehidupan penulis yang pernah menjadi santri di pondok tersebut. Meski cuma lulusan pesantren, nyatanya Ahmad Fuadi berhasil kuliah di luar negeri dan pernah bekerja sebagai wartawan Tempo. Semua itu tergapai berkat keseungguhan yang terpatri atas dasar semboyan berbahasa Arab yang disampaikan saat pertama kali masuk pesantren yaitu “Man Jadda Wajada”. Artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Akbar Tri Kurniawan

*)Tempointeraktif, 14 Januari 2010 (indonesiabuku.com)

Buku Nonfiksi,French Women Don`t Get Fat , 2 Juta Copy

Bintang peraih dua Piala Oscar, Hillary Swank, telah membeli hak untuk mengangkat buku laris French Women Don`t Get Fat ke layar lebar.

Swank yang menyabet Academy Award lewat Boy Don`t Cry dan Million Dollar Baby, kemungkinan akan membintangi film yang diangkat dari buku gaya hidup terbitan 2004 karya Mireille Guiliano itu.

Guliano, mantan eksekutif perusahaan sampanye Veune Clicquot, mencetak sukses komersial dengan bukunya ini, yang beranak judul The Secret of Eating for Pleasure.
Buku ini mengupas bagaimana perempuan Prancis tetap langsing, padahal mereka mengkonsumsi pangan kaya kalori, seperti kue kering dan anggur.

Buku itu menduduki urutan puncak dalam daftar buku terlaris nonfiksi New York Times dan telah terjual sebanyak dua juta kopi hingga saat ini.

Variety Daily melaporkan, versi film dari buku ini akan bergenre komedi romatik, yakni berkisah seputar kehidupan seorang bos perusahaan sampanye.(inilah.com)